BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Pasca banjir di Kota Bitung usai diguyur hujan deras, Minggu (24/8/2025) siang, yang sempat melumpuhkan perputaran ekonomi, kini menjadi perbincangan di kalangan publik.
Para aktivis, pemerhati lingkungan hingga para politisi ikut bersuara terkait hal tersebut. Salah satunya Anggota DPRD Bitung, Syam Panai.
Saat ditemui awak media, Syam mengatakan, gencarnya peremajaan penataan wajah kota di Kota Bitung terkendala dengan masalah banjir yang sampai saat ini masih jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat.
Maka dari itu, kata dia, salah satu solusi untuk mengatasi banjir, harus ada pembaharuan master plan. “Saat ini masih menggunakan master plan lama (tahun 2022), sementara perkembangan kota saat ini sangat signifikan selang tiga tahun terakhir. Apalagi adanya proyek strategi nasional yakni pembangunan jalan tol, tentunya pasti ada tumpang tindih saluran air,” ucapnya, Senin (25/8/2025).
Ia meminta Pemkot Bitung mempersiapkan master plan baru untuk drainase di Kota Bitung dengan menyesuaikan kondisi perkembangan kota.
“Harus ada master plan baru, karena drainase yang ada sekarang adalah drainase yang dibangun beberapa tahun lalu, sehingga perlu penyesuaian perkembangan kota,” tutur Politisi PDI Perjuangan.
Menurut Syam, maraknya pembangunan kawasan permukiman baru menjadi alasan utama perlunya pembaruan dokumen master plan tersebut.
“Intinya, master plan drainase yang lama sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Perubahan tata lahan secara signifikan telah mempengaruhi pola aliran air, sehingga sistem drainase yang lama tidak lagi mampu menampung debit air hujan secara optimal, terutama di musim penghujan,” tukasnya.
“Sekali lagi saya tegaskan, munculnya genangan air setiap hujan dikarenakan drainase tidak berfungsi dengan baik. Tentu banyak hal yang mempengaruhi fungsi dari drainase tersebut, mulai dari sampah hingga tersumbatnya aliran air oleh pasir atau lainnya. Nah, fungsi dari drainasenya ini yang perlu dioptimalkan,” tambah Syam.
Syam pun mengingatkan, dalam pembuatan/penyusunan master plan terbaru harus direncanakan dengan matang dan perlu sinkronisasi dengan berbagai pihak.
“Master plan terbaru harus menyesuaikan dengan pembangunan strategis nasional. Koordinasi dengan pihak pengembang jalan tol ataupun instansi yang membidangi, apalagi ada isu pembangunan rel kereta api. Ini perlu koordinasi/sinkronisasi, agar tidak membuang-buang anggaran,” pungkasnya.









