Kekerasan Antar Pelajar Terjadi di Bitung, Mandeknya Pembahasan Ranperda Trantib di DPRD Disorot

Kantor DPRD Kota Bitung.

BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Kekerasan antar pelajar kembali terjadi di Kota Bitung. Kali ini menimpa siswa SD Katolik 4 Don Bosco Bitung berumur 8 tahun, yang sempat dianiaya dan nyaris terkena panah wayer, terindikasi dilakukan oleh salah satu pelajar SMP Negeri 19 Bitung yang duduk di bangku Kelas 3, Selasa (26/8/2025) lalu.

Menyikapi hal tersebut, salah satu pemerhati sosial Kota Bitung, Fangki Ali saat ditemui awak media, menyayangkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, disamping kurangnya pengamanan dari pihak sekolah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) juga harus pro aktif untuk melakukan operasi di sekolah-sekolah.

“Paling tidak Satpol-PP bergerak untuk mengontrol di setiap sekolah. Hal ini bertujuan mencegah tindak kriminal agar tidak lagi terjadi. Intinya pencegahan dini harus diprioritaskan,” ujarnya.

“Kami meminta Dinas Pendidikan Kota Bitung untuk segera menindaklanjuti. Ini harus diseriusi, Dinas Pendidikan harus turun. Jangan sampai dunia pendidikan di Kota Bitung tercoreng karena kurangnya sosialisasi, edukasi dan pembinaan dari dinas,” tuturnya.

Fangki juga menyoroti Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum (Trantib) yang diduga hingga kini belum juga dibahas di DPRD. “Setahu saya pansus sudah terbentuk dua bulan yang lalu, bahkan rancangan perdanya pun sudah ada. Kenapa bisa macet, ini ada apa?,” tegasnya.

Ia pun dengan lantang mengatakan, bahwa Perda Trantib sangat perlu karena merupakan dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk menciptakan dan menjaga ketenteraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat, serta sebagai panduan bagi masyarakat untuk hidup tertib sesuai norma yang berlaku, yang mencakup berbagai aspek.

“Pansus yang sudah terbentuk segera membahas ranperda tersebut. Jangan diam, ini sangat perlu demi menciptakan rasa aman untuk masyarakat. Dan tentunya Satpol-PP sudah mempunyai payung hukum dalam menindaklanjuti permasalahan terkait ketentraman dan ketertiban di Kota Bitung,” tukas Fangki.

Sementara itu, hingga berita ini dipublish, Ketua Pansus Trantib, Nabsar Badoa belum berhasil dikonfirmasi.