Manado, Berita Online Lokal. Com – Salah satu agenda strategia bagi para Anggota DPRD Provinsi Sulut adalah kegiatan reses bertemu dan menyerap aspirasi konsituennya di setiap daerah pemilihan (Dapil) yang diwakilinya.
Melalui penyerapan aspirasi di kegiatan reses, Anggota DPRD Sulut membawa aspirasi tersebut ke lembaga legislatif kemudian digodok menjadi pokok pikiran atau lebih dikenal dengan sebutan Pokir Anggota DPRD.
Pokir inilah yang kemudian diteruskan ke eksekutif dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sulut agar dapat dituangkan dalam program prioritas mewakili suara DPRD Sulut untuk masyarakat.
Namun sayangnya, pokir ini tidak semuanya dapat direalisasi bahkan sering diabaikan oleh pihak Pemprov Sulut dengan alasan yang tidak jelas.
Hal ini sangat dirasakan oleh Anggota Komisi II DPRD Sulut Eldo Wongkar yang mewakili daerah pemilihan (dapil) Minsel-Mitra, dimana pokir yang di dapat melalui penyerapan aspirasi di reses tidak dijalankan oleh pihak Pemprov Sulut.
Menariknya, dalam RDP Komisi II dengan Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Koperasi dan UMKM Daerah Sulut, Senin (2/3/2026) Eldo Wongkar langsung mengungkapkan kekecewaannya.
Menurutnya, keterlambatan dalam mengeksekusi program Pokir telah berdampak pada beban moral bagi wakil rakyat didapilnya, bahkan telah membuat dirinya malu bertemu konsituennya.
Dia berharap Pemprov Sulut melalui SKPD dapat menjelaskan ke para Anggota DPRD, agar kedepan dirinya dapat menjelaskan alasan yang menjadi kendala sebenarnya. (JoTam)










