Manado,BeritaOnlineLokal.com – Bupati Ronald Kandoli menghadiri rangkaian kegiatan strategis di Sulawesi Utara yang menyoroti penguatan sektor perumahan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Agenda tersebut mencakup sosialisasi dan penutupan (closing) Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, sosialisasi rumah subsidi, program PNM Melawan Rentenir, hingga peluncuran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan forum kolaboratif lintas sektor yang mempertemukan pemerintah pusat, daerah, serta pemangku kepentingan pembiayaan.
Fokus utamanya adalah mempercepat akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis pembiayaan yang inklusif.
Dalam konteks ini, kehadiran daerah seperti Minahasa Tenggara menjadi krusial untuk memastikan implementasi program berjalan tepat sasaran.
Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, hadir langsung untuk memantau kesiapan daerah.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung agenda besar pemerintahan Prabowo Subianto, khususnya dalam sektor perumahan yang kini menjadi salah satu prioritas nasional.
Menurut Hashim, pembangunan perumahan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat tinggal, tetapi juga memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian.
“Ketika sektor perumahan bergerak, sektor lain ikut terdorong, mulai dari konstruksi, tenaga kerja, hingga UMKM,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Sri Haryati, menjelaskan bahwa program BSPS 2026 dirancang untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay, turut menyampaikan komitmen daerah dalam mendukung program nasional tersebut.
Mereka menilai, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi backlog perumahan yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.
Bupati Ronald Kandoli menyambut positif berbagai program yang diluncurkan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap berperan aktif, terutama dalam memastikan masyarakat di Minahasa Tenggara dapat mengakses program-program tersebut secara optimal.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, memiliki kesempatan untuk tinggal di rumah yang layak dan aman,” kata Kandoli.
Program seperti KUR Perumahan dan PNM Melawan Rentenir juga dinilai mampu menjadi solusi alternatif pembiayaan yang lebih sehat bagi masyarakat.
Dengan akses pembiayaan yang terjangkau dan transparan, diharapkan praktik rentenir yang selama ini membebani masyarakat dapat ditekan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan perumahan bukan hanya soal fisik bangunan, melainkan bagian dari strategi besar meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan kolaborasi yang solid antara pusat dan daerah, target pemerataan hunian layak di Indonesia diharapkan semakin mendekati kenyataan.










