398 Pantarlih Pikada 2024 Dilantik, Panawar: Proses Coklit Dimaksimalkan Dua Minggu

BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE – Sebanyak 398 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) akhirnya dilantik. Selain Komisioner KPU Sangihe, pelantikan tersebut disaksikan oleh Forkopimda Sangihe, serta dihadiri Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), serta sejumlaj Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam).

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ihsan F. Panawar menjelaskan, setelah resmi dilantik, para Pantarlih akan segera kembali ke wilayah masing-masing untuk melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

“Proses coklit ini, selain didampingi PPK dan PPS, juga akan didampingi oleh rekan-rekan media yang akan mendokumentasikan kegiatan tersebut. Dokumentasi ini penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemutakhiran data pemilih,” ungkap Panawar, Senin (24/6/2024), di Ballroom Bunaken, Tahuna Beach Hotel.

Panawar juga mengungkapkan, bahwa dalam Pilkada tahun 2024 ini, terdapat 305 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sangihe dengan total 398 Pantarlih yang akan bertugas.

“Jumlah ini mengikuti regulasi terbaru dari PKPU, di mana setiap TPS maksimal melayani 600 pemilih. Jika TPS memiliki pemilih antara 400 hingga 600 orang, maka akan ditugaskan dua Pantarlih. Sedangkan untuk TPS dengan jumlah pemilih di bawah 400, hanya akan ditugaskan satu Pantarlih,” jelas dia.

Hal lain dikemukakan dia, untuk proses coklit akan dimaksimalkan dalam waktu dua minggu untuk mengantisipasi kendala yang mungkin terjadi di lapangan.

“Tahapan ini dirancang agar dalam satu bulan ke depan, seluruh proses pemutakhiran data pemilih dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai jadwal,” tukas dia.

Terkait dengan metode Coklit, lanjut Panawar menjelaskan, bahwa coklit akan dilakukan menggunakan dua metode, yaitu e-coklit dan pencocokan manual. Untuk proses pemutakhiran menggunakan e-coklit juga harus didukung jaringan internet.

“Aplikasi e-coklit yang digunakan berbasis online, memungkinkan data langsung masuk ke sistem. Namun, apabila Pantarlih berada di area tanpa sinyal, data dapat disimpan dan dikirim ketika sudah mendapatkan sinyal internet. Dengan persiapan dan perencanaan yang matang, diharapkan proses pemutakhiran data pemilih ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan data pemilih yang akurat serta valid untuk Pilkada tahun ini,” tutup Panawar.