gambar

Menhub Tinjau Kesiapan Transportasi Nataru di Sangihe, Keselamatan Pelayaran Jadi Prioritas

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli tiket sejak jauh hari agar seluruh pengguna jasa dapat mudik dengan aman dan nyaman. Soal keselamatan pelayaran, kami tidak akan berkompromi. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran keselamatan,” pungkasnya.

BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE — Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Sugandhi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (17/12/2025). Kunjungan tersebut difokuskan pada pengecekan kesiapan layanan transportasi darat, laut, dan udara menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, khususnya di wilayah perbatasan.

Dalam keterangannya, Menhub menegaskan pentingnya kesiapan layanan transportasi dengan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, terutama pada angkutan laut yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca di wilayah Sangihe.

“Tujuan saya ke sini untuk memastikan bahwa pelayanan angkutan Nataru sudah siap. Saya mengingatkan para stakeholder, khususnya operator kapal, agar memperhatikan keselamatan. Cuaca di wilayah Sangihe sangat menentukan, sehingga keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas,” ujar Menhub.

Menhub juga meninjau kondisi armada kapal yang beroperasi. Menurutnya, kapal yang ditinjau masih tergolong baru, yakni keluaran tahun 2018, sehingga kualitas dan standar keselamatannya harus terus dijaga. Ia berharap ke depan pemerintah dapat meningkatkan jumlah dan kualitas armada guna menunjang pelayanan transportasi di daerah perbatasan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPP Kelas II Tahuna, Meifrid Palenewen, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima instruksi langsung dari Menhub terkait penyelenggaraan angkutan Nataru.

“Kami selaku UPP Kelas II Tahuna mendukung sepenuhnya program angkutan laut Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Prioritas utama kami adalah keselamatan pelayaran dengan memastikan kelaikan kapal dan awak kapal sesuai standar,” kata Palenewen.

Ia menambahkan, UPP Kelas II Tahuna akan memberikan pelayanan selama 1×24 jam selama periode Nataru. Masyarakat juga dapat menyampaikan saran maupun pengaduan melalui layanan WhatsApp di nomor 0821-9158-8008.

Selain itu, pengawasan terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran akan diperketat, khususnya terkait kapasitas penumpang dan barang. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat dengan BMKG, Basarnas, pemerintah daerah, serta operator pelayaran guna memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik Nataru.

“Kami juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan, maka keberangkatan kapal akan ditunda hingga dinyatakan aman,” tegasnya.

Terkait arus penumpang, Palenewen mengungkapkan telah terjadi lonjakan sekitar 7 persen dalam beberapa hari terakhir. Puncak kenaikan diperkirakan mencapai 15 hingga 25 persen pada 21-23 Desember 2025. Hingga saat ini, ketersediaan tiket dan armada masih mencukupi, sehingga belum dilakukan penambahan armada.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli tiket sejak jauh hari agar seluruh pengguna jasa dapat mudik dengan aman dan nyaman. Soal keselamatan pelayaran, kami tidak akan berkompromi. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran keselamatan,” pungkasnya.