gambar

Pasca Viral Aksi Anggota DPRD Bitung Joget di Bali, PDIP-Golkar Ambil Sikap !!

BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Pasca viralnya aksi anggota DPRD Bitung, RP alias Rafika, DW alias Dewi (PDIP) dan CM alias Cherry (GOLKAR) bersama staf komisi 2 DPRD Bitung, DS alias Diana yang berjoget di Bali ikut disikapi oleh pimpinan partai mereka.

Teranyar, Rafika dan Dewi sudah dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait aksinya yang sempat mengundang kemarahan publik.

Hal ini pun diakui oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bitung, Geraldi Mantiri melalui Sekretaris Ridwan Mapahena. “Terkait aksi itu, kemarin kami sudah memanggil mereka (Rafika dan Dewi) untuk dimintai klarifikasi,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (30/4/2026).

Ridwan juga menyatakan partai sudah mengambil keputusan terkait kesalahan Rafika dan Dewi.

“Keduanya diberi sanksi tegas berupa peringatan lisan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Pemberian sanksi ini akan dikawal dan dievaluasi untuk kepentingan internal partai,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, baik Rafika dan Dewi telah menyampaikan permohonan maaf yang telah melakukan pelanggaran etik dalam kapasitas mereka sebagai pejabat publik maupun kader partai.

“Dewi maupun Ibu Rafika sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf. Meskipun tidak ada unsur kesengajaan untuk melukai perasaan masyarakat terkait kapasitas mereka sebagai wakil rakyat, tapi mereka mengakui secara etika mereka membuat kesalahan,” tegas Ridwan.

Terpisah, Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kota Bitung, Erwin Wurangian saat dikonfirmasi terkait salah satu kadernya yang ikut dalam aksi joget tersebut, menegaskan bahwa dari sisi etika, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.

“Secara etika itu tidak diperbolehkan, apalagi di tengah kondisi efisiensi anggaran. Namun karena sudah terjadi, tentu harus siap menerima konsekuensinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Partai Golkar tidak akan tinggal diam dan akan menindaklanjuti persoalan tersebut melalui mekanisme internal partai. Pembahasan terkait kemungkinan sanksi akan dilakukan dalam rapat resmi.

“Tindaklanjut atau sanksi akan dibahas dalam rapat, dan kami juga menunggu petunjuk dari pimpinan partai di tingkat DPD I dan DPD II,” tuturnya.

“Tentunya ini menjadi perhatian serius publik sebagai bentuk evaluasi terhadap sikap dan perilaku wakil rakyat, yang diharapkan senantiasa menjaga etika serta kepercayaan masyarakat dalam menjalankan tugasnya,” tambah Erwin.

Diberitakan, dalam video yang beredar luas di media sosial, para wakil rakyat tersebut tampak berjoget dan bernyanyi di sela aktivitas wisata. Tidak hanya itu, mereka juga terlihat menikmati wahana ATV Quadbike di kawasan Ubud, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Pulau Dewata.

Aksi tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak yang menilai perilaku tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik, terlebih di tengah tuntutan kerja dan tanggung jawab terhadap masyarakat yang diwakili.