
M.Irwan Abdjulu yang mewakili Bupati Ronald Kandoli Mengatakan Penyuluh Agama adalah profesi yang sangat mulia. Saudara sekalian merupakan obor penerang di tengah-tengah masyarakat, sekaligus merupakan perpanjangan tangan pemerintah yang berdiri di garda paling depan. Ketika ada regulasi atau program pemerintah terkait pembentukan karakter moral masyarakat, penyuluh agamalah yang pertama kali menerjemahkannya kepada umat melalui bahasa agama yang menyejukkan.
“Dalam konteks pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara menyadari betul bahwa pembangunan infrastruktur fisik, jalan, jembatan, dan gedung-gedung megah tidak akan ada artinya jika tidak diimbangi dengan pembangunan mental spiritual masyarakat. Di sinilah peran krusial Pokjaluh. Saudara adalah mitra strategis pemerintah untuk membentengi moralitas bangsa, khususnya generasi muda kita, dari ancaman dekadensi moral, bahaya narkoba, judi online, serta perilaku-perilaku negatif lainnya yang merusak tatanan sosial,” Ungkap Abdjulu.
Lebih Lanjut Mantan Plt Asisten 2 ini, Menjelaskan Saat ini kita hidup di era transformasi digital yang bergerak sangat cepat. Arus informasi mengalir tanpa filter melalui media sosial. Tantangan yang dihadapi oleh para penyuluh saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Disinformasi, berita bohong (hoax), ujaran kebencian yang bernuansa SARA, hingga paham-paham radikal yang ekstrem, dengan sangat mudah menyusup ke ruang keluarga umat kita melalui gawai.
“Oleh karena itu, melalui Rapat Koordinasi ini, saya menitipkan beberapa harapan besar kepada seluruh jajaran Pokjaluh Sulawesi Utara:
Jadilah Penyuluh yang Adaptif dan Inovatif: Penyuluh tidak boleh gagap teknologi. Manfaatkan ruang-ruang digital untuk menyebarkan konten-konten edukasi keagamaan yang kreatif, damai, dan inklusif, sehingga pesan kebaikan bisa menjangkau masyarakat luas secara efektif,” Jelas Irwan sapaan Akrabnya.
Abdjulu Menambahkan Untuk Perkuat Moderasi Beragama di Sulawesi Utara dikenal sebagai laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia. Predikat ini harus kita rawat bersama. Saya meminta kepada seluruh penyuluh untuk terus menggaungkan nilai-nilai moderasi, menghargai perbedaan, dan mengedepankan dialog demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah kita masing-masing.
“Pertemuan ini harus melahirkan rumusan dan program kerja yang konkret. Tingkatkan kapasitas diri, perbanyak literasi, dan bangun sistem kerja inter-koneksi yang solid antarpenyuluh lintas agama guna mengatasi berbagai isu sosial keagamaan yang muncul di lapangan,” Tambah Abdjulu.
Di akhir sambutan saya mengucapkan selamat melaksanakan Rapat Koordinasi kepada seluruh pengurus dan anggota Pokjaluh Sulawesi Utara. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati segala niat tulus dan kerja keras kita sekalian.
Hadir Dalam Kegiatan kali ini di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara beserta seluruh jajaran pejabat struktural dan fungsional, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Tenggara beserta seluruh staf, Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) dan Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Tenggara, Ketua Umum dan seluruh jajaran Pengurus Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi Sulawesi Utara, seluruh peserta Rapat Koordinasi, para Penyuluh Agama Fungsional maupun Non-PNS, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tamu undangan, dan hadirin sekalian.
Peliput : */Dirga










