gambar
Minut  

Dana Miliaran Dongkrak Pertanian Minut, Bupati Joune Ganda Dorong Petani Naik Kelas

Peliput: RONNI ASSA

BERITA ONLINE LOKAL, MINUT — Sektor pertanian Kabupaten Minahasa Utara memasuki fase akselerasi yang menentukan. Di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda, pola bertani konvensional mulai bergeser menuju model korporasi modern yang terstruktur, profesional, dan berorientasi nilai tambah.

Perubahan itu ditandai dengan suksesnya Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memfasilitasi program Matching Grant (MG) dari Badan Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara. Bantuan bernilai miliaran rupiah tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Joune Ganda di Kantor Bupati Minut, Senin (16/12/2025).

Bupati Joune menegaskan, dana MG bukan sekadar bantuan modal, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat daya saing petani, UMKM, dan koperasi agar mampu bertransformasi menjadi pelaku utama agrobisnis modern.

“Petani Minut harus naik kelas. Tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mengelola usaha pertanian yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi. Pemerintah hadir untuk mengawal proses ini agar dampaknya terasa dalam jangka panjang,” tegas Joune Ganda.

Ia juga menyampaikan komitmen Pemkab Minut untuk terus memperkuat kolaborasi dengan BRMP Sulut hingga 2027 demi mewujudkan pertanian yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing.

Dampak nyata program ini mulai dirasakan di tingkat akar rumput. Koperasi Makol Maju Bersama menjadi contoh konkret bagaimana kehadiran pemerintah mampu membangkitkan kepercayaan petani.

Ketua koperasi, Gusye Enoch, mengungkapkan bahwa koperasinya berawal dari kelompok tani kecil dengan 27 anggota. Berkat pendampingan intensif dari Pemkab Minut, jumlah anggota kini melonjak menjadi 128 orang.

“Setelah kami dipastikan menerima bantuan Rp1,7 miliar, antusiasme petani meningkat drastis. Sudah ada 24 petani dari luar wilayah yang mendaftar dan ingin bergabung,” ungkap Gusye.

Selain Makol Maju Bersama, lima koperasi lain turut menerima dukungan pendanaan dengan nilai bervariasi, mulai dari Rp170 juta hingga Rp1,7 miliar. Koperasi penerima tersebut meliputi Koperasi Damai Sejahtera Klabat, Linensoan Maju Bersama, Anugrah Tani Mandiri, Senang Tani Minut, serta Sinar Pagi Sejahtera.

Kepala BRMP Sulut, Dr. Ir. Agussalim, MP, menjelaskan bahwa Matching Grant ini merupakan bagian dari program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE).

Saat ini, kawasan ICARE di Sulawesi Utara telah mencakup sekitar 1.000 hektare lahan, melibatkan 1.353 petani yang tergabung dalam 15 koperasi. Untuk memastikan keberhasilan program, BRMP menempatkan dua tenaga pendamping di setiap kecamatan sebagai site manager dan fasilitator lapangan.

“Melalui penguatan klinik pertanian, kami menargetkan manfaat program ini dapat menjangkau hingga 9.800 petani di berbagai wilayah Sulut,” jelas Agussalim. (**)