gambar

Dedikasi dan Tantangan Yanke Manossoh, Barberman Lokal Kualitas Nasional

BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE – Dari sudut rumah pribadi di Kepulauan Sangihe, Yanke Andri Manossoh memulai langkah besarnya di dunia barber pada tahun 2017. Bermodalkan tekad, keterampilan, dan keinginan kuat untuk terus berkembang, Yanke membuka Yankes Barbershop yang kini telah berkembang menjadi tiga unit usaha, masing-masing berada di pusat kota Tahuna, Tahuna Mall, dan satu unit di kediamannya.

Perjalanan Yanke sebagai barber tidak hanya bertahan di balik kursi dan cermin. Ia membuktikan keseriusannya dengan mengikuti ajang terbesar dunia barber, Bali Barber Expo 2025, yang berlangsung pada 5-6 Juli di Bali. Di sana, ia berkesempatan langsung bertemu dan belajar dari barber-barber hebat kelas nasional hingga internasional.

“Tujuan saya ikut event ini bukan hanya untuk belajar teknik potong rambut modern dan klasik, tapi juga membangun personal branding dan membawa pulang ilmu untuk dibagikan ke teman-teman barber di Sangihe,” ujar Yanke.

Ia menyebut, keikutsertaannya di ajang tersebut memberikan banyak manfaat seperti sertifikat kompetensi, peningkatan profesionalitas, dan inspirasi baru untuk mengembangkan layanan serta memperkuat branding Yankes Barbershop.

Bukan hanya sebagai peserta, Yanke juga memosisikan diri sebagai agen perubahan di daerah. Ia berencana membuka pelatihan dan kursus cukur rambut di Sangihe sebagai bentuk kontribusi pada peningkatan kapasitas barber lokal. Inovasi yang dibawanya pulang dari Bali pun langsung diterapkan, termasuk penggunaan alat steamer untuk perawatan rambut dan kulit kepala, serta strategi pemasaran digital yang lebih efektif bagi industri barbershop.

Yanke juga belajar pentingnya pelayanan pelanggan, membangun personal branding, serta bagaimana menciptakan pengalaman potong rambut yang berkesan bagi pelanggan.

Meski industri barbershop di Sangihe mulai berkembang, terutama di Tahuna, Yanke mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi. Mulai dari minimnya pelatihan, kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya perawatan rambut, hingga kendala pemadaman listrik yang kerap membuat barbershop terpaksa tutup.

“Tidak semua tempat punya genset. Kalau listrik padam saat jam kerja, otomatis pendapatan juga turun. Belum lagi tantangan strategi promosi karena sebagian masyarakat belum aktif di media sosial,” ucapnya.

Namun semua itu tak menyurutkan semangat Yanke. Ia yakin, dengan strategi yang tepat dan peningkatan kualitas layanan, barbershop di Sangihe bisa terus berkembang. Ia bahkan berharap, ke depan, setiap kecamatan di Sangihe memiliki setidaknya satu barbershop agar semakin banyak generasi muda bisa mengembangkan skill dan membuka usaha sendiri.

Yanke bukan sekadar barber biasa. Ia telah mengikuti enam kali workshop profesional dan bahkan dipercayakan menjadi narasumber dalam pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Di Yankes Barbershop, layanan yang ditawarkan pun lengkap, mulai dari potong rambut, cukur kumis/janggut, cuci rambut, pewarnaan, hingga perming/curly. Tak hanya itu, ia juga menyediakan berbagai produk perawatan rambut seperti clay, hairpowder, hairbase, hair paste, vitamin, hingga hair tonic.

Dengan semangat inovatif, jiwa berbagi, dan visi membangun industri barber lokal, Yanke Andri Manossoh adalah contoh nyata bahwa anak daerah pun mampu bersaing di level nasional bahkan internasional. Ia bukan hanya membangun bisnis, tapi juga membuka jalan bagi generasi muda Sangihe untuk ikut tumbuh dan berjaya di dunia barber.