Peliput:: RONNI ASSA
BERITA ONLINE LOKAL, MINUT – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menegaskan keseriusannya menjaga kebersihan dan keindahan wilayah. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan apel khusus yang dirangkaikan dengan pencanangan Gerakan Indonesia ASRI, selaras dengan program daerah Jaga Kebersihan Wilayah dan Lingkungan (JGKWL), di lapangan upacara Kantor Bupati Minut, Senin (9/2/2026).
Gerakan ini menjadi tindak lanjut atas Instruksi Bupati Minahasa Utara Nomor 44 Tahun 2021, sekaligus implementasi cepat dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disampaikan dalam Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah.
Mewakili Bupati Joune Ganda, Sekretaris Daerah Minut Novly Wowiling memimpin apel dan memberikan penekanan bahwa Indonesia ASRI bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan upaya nyata membangun budaya bersih dan tertib di tengah masyarakat.
Menurut Wowiling, kebersihan memiliki peran strategis dalam memperkuat citra Minahasa Utara sebagai daerah tujuan wisata unggulan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menyelaraskan kebijakan nasional dengan program lokal yang telah berjalan agar dampaknya semakin terasa.
“Gerakan ini merupakan bentuk penyatuan visi antara pemerintah pusat dan daerah. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kita juga menata estetika wilayah, termasuk menertibkan spanduk dan baliho yang sudah tidak layak. Semua dilakukan agar Minahasa Utara tampil rapi, nyaman, dan berdaya saing,” jelas Sekda Wowiling.
Pelaksanaan Gerakan ASRI Minut mencakup berbagai aksi konkret, mulai dari pembersihan kawasan permukiman dan fasilitas umum, penataan ruang publik, hingga penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten, Forkopimda, serta elemen masyarakat.
Sekda menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada peran aktif warga. Ia mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai bagian dari kesadaran bersama, bukan sekadar kewajiban pemerintah.
“Ini adalah gerakan moral. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika masyarakat terlibat dan peduli, maka lingkungan bersih dan indah bisa terwujud secara berkelanjutan,” pungkasnya. (**)










