BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE – Selama 12 hari terakhir, tim tanggap darurat Gunung Api Awu dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) turun langsung memantau aktivitas Gunung Api Awu secara intensif, sekaligus melakukan berbagai kegiatan sosialisasi untuk memastikan pemahaman masyarakat tentang aktivitas Gunung Awu.
Dikatakan Supriyati selaku Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Awu, bahwa timnya melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe terkait dengan sosialisasi hasil evaluasi pemantauan Gunung Api Awu agar masyarakat memahami dan dapat mengantisipasi potensi bahaya yang timbul.
“Jadi kami di sini untuk membantu melakukan asesmen dari hasil pemantauan, kemudian juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah,” jelas Supriyati saat dikonfirmasi, Kamis (2/5/2024).
Dijelaskan dia, salah satu upaya mitigasi bencana yang dilakukan adalah kegiatan sosialisasi di beberapa wilayah yang masuk dalam kawasan rawan bencana gunung api Awu.
“Kami memberikan pemahaman tentang karakteristik Gunung Awu dan berbagai bahaya yang mungkin dihadapi telah diberikan kepada masyarakat, serta langkah-langkah untuk menghindari risiko bahaya juga telah disampaikan, termasuk hal penting lainnya yaitu mematuhi rekomendasi untuk menjauhi radius 5 kilometer dari kawah gunung,” ungkap dia.
Sementara itu, anggota tim tanggap darurat gunung api Awu, Ahmad Basuki menjelaskan terkait hasil pemantauan Gunung api Awu. Dimana sesuai pantauan selama 12 hari, terlihat masih ada peningkatan kegempaan deformasi.
“Setelah kami pantau selama 12 hari ini, kami masih melihat kecenderungan ada peningkatan di kegempaan deformasi. Namun peningkatan kemampuannya tidak secepat yang kami perkirakan, masih melambat, tetapi masih ada potensi peningkatan. Seperti sebelumnya ada gempa vulkanik dangkal sebanyak 20 kali pada bulan Maret, kemudian di akhir Maret mencapai 40 kali dan bulan April mencapai 77 kali,” sebut Basuki.
Lanjut Basuki, secara umum, tingkat aktivitas kegempaan di Gunung Awu masih fluktuatif dan di atas normal. Namun, meskipun belum mencapai tingkat darurat pihak PVMBG secara intens melakukan pemantauan.
“Kami juga terus melakukan evaluasi secara rutin setiap minggu, dan laporan evaluasi ini dikirimkan kepada pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pihak terkait lainnya,” pungkas dia.










