gambar

Joel Sumampouw Terpilih Pimpin MAKMIN Pakasaan Minahasa 2025-2029

BERITA ONLINE LOKAL.COM – Minahasa, Organisasi Masyarakat (Ormas) Adat Makatana Minahasa, Pakasaan Minahasa, telah sukses menggelar pemilihan ketua baru untuk masa kepemimpinan 2025-2029. Dalam acara yang berlangsung di Gedung Loji Tondano, Rinegetan, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, pada Minggu, 28 September 2025, Joel Sumampouw terpilih sebagai nahkoda baru.

​Pemilihan ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga sarana penting untuk memperkuat visi-misi, kepengurusan, keanggotaan, serta peran organisasi dalam masyarakat, sekaligus mendukung penuh program pembangunan Kabupaten Minahasa.

​Prioritas Program: Konsolidasi dan Keamanan Wanua. Dalam sesi wawancara setelah terpilih, Ketua terpilih Joel Sumampow menyampaikan program prioritas utamanya.

Foto Ist : (Ketua MAKMIN Pakasaan Minahasa Joel Sumampouw saat bertanda tangan surat berita acara di hadapan pengurus BPP Ormas Adat Makatana Minahasa.) 

​”Yang pertama menjadi program prioritas adalah konsolidasi ke wanua-wanua dan pembentukan pengurus-pengurus walak yang ada di Pakasaan Minahasa,” ujar Sumampouw.

​Selain penguatan struktur organisasi, ia juga menyoroti rencana yang sempat tertunda di tahun-tahun sebelumnya. “Rencana untuk ke depannya yang menjadi konsentrasi juga itu ada rencananya pembuatan apotek dan dapur hidup. Itu rencana yang tertunda dari beberapa tahun yang lalu, yang jadi kosentrasi di pengurusan yang baru sekarang 2025-2029.”

​Untuk menopang pelaksanaan program, Sumampow menegaskan akan segera membentuk struktur kepengurusan secara penuh, mulai dari wakil, jajaran di bawahnya, hingga Divisi – Divisi yang ada.

Foto Ist: foto bersama. 

​Menjaga Keamanan dan Menanamkan Filosofi Adat. Menariknya, Ormas Adat Makatana Minahasa, Pakasaan Minahasa, didominasi oleh usia muda. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi kepengurusan baru. Sumampow menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah.

​”Kami sosialisasikan ke seluruh anggota maupun masyarakat yang ada, bahwa ke depan itu torang harus lebih menjaga keamanan itu di wanua-wanua. Stop babakalae torang dengan torang atau pertikaian-pertikaian antara sesama. Karena itu paling sangat berdampak di wanua masing-masing atau ke orang lain, dan berdampak juga ke pekerjaan dia, karena ketika dia mungkin bermasalah hukum,” tegasnya.

​Organisasi juga akan terus menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah dan fungsi sosial. Nilai-nilai filosofi adat Minahasa akan disosialisasikan secara masif:

​SI TOU TIMOU TOMOTOU (Kita hidup itu untuk menghidupkan orang lain).
​SI TOU PELENG MASUAT MAPUTE WAYA (Semua orang itu hidup sama, sederajat).

​Selain itu pada kesempatan tersebut Ketua Umum Makatana Minahasa, Alvis Sumilat, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi.

​”Sangat mengapresiasi dan sangat berterima kasih seluruh anggota yang boleh hadir hari ini. Torang tetap semangat, tetap menjaga visi dan misi Ormas Adat Makatana Minahasa, tetap menjadi kelung umbanua di tanah Minahasa,” tutup Alvis Sumilat, yang mengakhiri sambutannya dengan seruan adat, “I YAYAT U SANTI.”

​Proses pemilihan berjalan secara terstruktur, mengacu pada aturan dan teknis yang telah ditetapkan oleh Badan Pengurus Pusat (BPP) Makatana Minahasa. Sejumlah pengurus BPP turut hadir mengawal jalannya musyawarah, antara lain Ketua Umum Alvis Metrico Sumilat, Vandy Tular (Bidang Organisasi), Yusac Tangkilisan (Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan), serta jajaran Panglima seperti Jaqueline Umboh (Panglima Wulan) dan Panglima Valiant Roring, Divisi Saruntawaya Billy Lumentut, dan Bremy Tular (Bendahara Umum), hadir pula anggota serta pengurus di wanua dan walak Pakasaan Minahasa.