BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari setelah gempa bumi yang berdampak di sejumlah wilayah. Keputusan tersebut diambil usai rapat koordinasi bersama Forkopimda, instansi vertikal, dan perangkat daerah terkait, Selasa (9/6/2026).
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mengatakan penetapan status tanggap darurat menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan dampak bencana sekaligus membuka akses dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat.
“Status tanggap darurat bencana berlaku selama 14 hari ke depan. Ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk mempercepat langkah-langkah penanganan di lapangan,” kata Thungari.
Data sementara mencatat sekitar 445 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat. Namun, pemerintah masih akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat.
“Data yang masuk saat ini berasal dari pemerintah kampung dan kecamatan. Tim akan turun untuk melakukan pengecekan dan validasi sehingga diperoleh data yang akurat,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Bupati bersama tim penanganan bencana dijadwalkan mengunjungi Kecamatan Kepulauan Marore, meliputi Kampung Marore, Kawio, dan Matutuang untuk menyalurkan bantuan logistik, membantu pembersihan, membuka dapur umum, serta melakukan pendataan lanjutan.
Terkait bantuan perbaikan rumah, pemerintah daerah akan menghitung kebutuhan anggaran terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat apabila diperlukan.
“Penanganan pascabencana membutuhkan dukungan bersama. Karena itu kami akan melihat kemampuan daerah dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat apabila diperlukan,” jelasnya.
Saat ini sejumlah warga masih berada di tenda pengungsian. Pemerintah berkomitmen memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi sambil melanjutkan proses penanganan. Bupati Michael Thungari juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia memastikan peringatan tsunami telah dicabut sehingga warga dapat kembali ke rumah masing-masing jika kondisi dinilai aman.
“Pemerintah akan terus hadir dan bekerja semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat yang terdampak hingga kondisi kembali pulih,” tegasnya.










