Manado, Berita Online Lokal.Com- DPRD Sulut gelar pertemuan bahas masalah petani Dumoga Kabupaten Bolmong, Jumat (12/1/2024) dilaksanakan di Kantor Pengamat Kementerian PUPR di Doloduo Kabupaten Bolmong.
Pertemuan dipimpin oleh Ketua Komisi III Berty Kapojos dan didampingi oleh Sekretaris Amir Liputo serta Anggota Komisi II Jems Tuuk, yang dihadiri kelompok tani GP3A, pengamat dan juru air di Kantor Pengamat Kementerian PUPR di Doloduo Kabupaten Bolaang Mongondow.
Pertemuan juga menghadirkan Satker TPOP Dinas PUPR Sulut Hendrik Rondonuwu mewakili Kepala Dinas Deacy Paat dan membahas masalah kejelasan nasib tenaga Penjaga Pintu Air irigasi Kosinggolan dan Toraut serta terhambatnya pelayanan air akibat lambatnya pekerjaan rehabilitasi irigasi yang mengancam jadwal tanam petani setempat.
Ketua GP3A Daerah Irigasi Kasinggolan Alfon Aleng mengatakan dulu sebelum perbaikan pernah disampaikan Kasatker TPOP, bahwa kami sudah bisa lakukan penanganan sedimen.
Menurut Alfon Aleng, tetapi karena adanya program rehab saluran irigasi yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai menyebakan jadwal tanam menjadi kacau dikarenakan saluran irigasi dipenuhi sedimen gulma eceng gondok yang tidak tertangani.
“Bagaimana mungkin kami melayani musim tanam tahun ini dengan kondisi jaring seperti seperti itu, “ungkap Alfon Aleng.
Sementara itu Ketua Komisi III Berty Kapojos mengatakan, apa yang disampaikan petani terkait ketersediaan infrastruktur yang baik menjadi atensi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan yang akan ditindak lanjuti melalui instansi terkait.
“Ada banyak hal yang kami dapatkan disini untuk segera ditindaklanjuti ke Balai Sungai. Sekaligus nantinya menghadirkan langsung Kepala Balai di lokasi irigasi bersama-sama dengan kami untuk melihat kondisi yang ada di lapangan, terutama pekerjaan rehabilitasi dan fasilitas seperti kondisi beberapa pintu air butuh perbaikan yang menghambat program jadwal tanam petani.” jelas Berty Kapojos. (JoTam)










