gambar

SMP Negeri 1 Tahuna Luncurkan Dua Program Unggulan di Hari Anak Nasional 2025

BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2025, SMP Negeri 1 Tahuna mencanangkan dua program unggulan yang menjadi catatan penting dalam sejarah sekolah tersebut. Dua program tersebut adalah Hari Literasi dan Numerasi Spensa serta Peluncuran Jurnal Tujuh Kebiasaan Anak.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tahuna, Meike Silvaria Malam Tiga, S.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/7/2025), menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mendukung penguatan karakter dan peningkatan kualitas pembelajaran peserta didik.

“Pencanangan Hari Literasi dan Numerasi (Litnum) Spensa menjadi langkah penting kami untuk menumbuhkan minat baca dan kemampuan bernalar siswa. Selama ini kami sudah menerapkan program membaca 15 menit dari kurikulum sebelumnya, tetapi kali ini kami buat lebih terstruktur dan monumental, bertepatan dengan Hari Anak Nasional,” ungkap Malamtiga.

Selain memperkenalkan hari khusus untuk literasi dan numerasi, SMP Negeri 1 Tahuna juga menyediakan ruangan khusus Litnum sebagai tempat siswa berekspresi melalui cerita, dongeng, maupun kegiatan bernalar lainnya. Malamtiga menambahkan, literasi dan numerasi menjadi dasar penting dalam pendidikan karena membekali siswa dengan kemampuan untuk menjelajah dunia melalui membaca dan berpikir kritis.

Tak hanya itu, bersamaan dengan peringatan Hari Anak Nasional, pihak sekolah juga meluncurkan Jurnal Tujuh Kebiasaan Anak yang merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan Dasar. Program ini mengajarkan kebiasaan positif yang diharapkan dapat terbentuk dalam diri setiap siswa sejak dini.

“Ini adalah momen bersejarah bagi kami. Di tanggal 23 Juli 2025 ini, kami bukan hanya memperingati Hari Anak Nasional, tetapi juga menciptakan tonggak baru dengan meluncurkan dua program strategis yang akan menjadi budaya sekolah,” tutur dia.

Lebih lanjut, dirinya juga menyinggung tentang pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Ia menyambut baik gerakan nasional “Orang Tua Mengantar Anak ke Sekolah” sebagai sarana membangun komunikasi antara guru dan orang tua serta memahami keseharian anak di sekolah.

“Kami sangat mendukung program ini karena dengan keterlibatan orang tua, sekolah bisa lebih mengenal keluarga siswa, dan orang tua pun bisa menyaksikan langsung aktivitas anak-anak mereka di sekolah,” tutup Malamtiga.