gambar

Solidaritas GMIST untuk Bencana Siau, 317 KK Jadi Sasaran Penyaluran Bantuan

BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE — Tim Tanggap Bencana Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.

Ketua Tim Tanggap Bencana GMIST, Pdt. Rovie Mardesa, mengatakan posko bantuan GMIST telah dibuka sejak 7 Januari 2026 di kantor Sinode dan akan terus dibuka hingga Februari 2026.

“Pasca kejadian bencana, GMIST berkomitmen hadir bersama masyarakat yang terdampak. Posko bantuan sudah dibuka sejak 7 Januari dan akan tetap dibuka sampai bulan Februari untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi,” ujar Pdt. Rovie Mardesa.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama berupa bantuan darurat yang telah diserahkan langsung oleh Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode (MPS) GMIST, Pdt. DR. Welman Boba, kepada para korban, sehari setelah bencana terjadi, yakni pada 6 Januari 2026.

Tahap kedua dijadwalkan akan disalurkan pada Rabu, 21 Januari 2026. Bantuan yang akan diberikan meliputi logistik, peralatan tidur, pakaian layak pakai, seragam sekolah bagi anak-anak korban bencana mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA, serta Alkitab.

Sementara itu, tahap ketiga yang direncanakan pada Februari 2026 akan difokuskan pada penanganan lanjutan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, sedang, maupun ringan. Pada tahap ini juga akan disalurkan santunan diakonia (uang tunai) bagi para korban.

“Atas nama Tim Tanggap Bencana dan MPS GMIST, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak-pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan turut membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang di Pulau Siau,” kata Mardesa.

Ia memastikan seluruh bantuan yang terkumpul akan disalurkan secara tepat sasaran kepada 317 kepala keluarga terdampak, sesuai dengan data yang telah diterima dan diverifikasi oleh tim.

“Tentunya kami berharap, melalui solidaritas dan kepedulian bersama, para korban bencana dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” pungkas dia.