BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Kendaraan dinas milik pemerintah kota Bitung kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, mobil dengan nomor polisi DB 14 C, yang merupakan kendaraan dinas untuk Inspektur Daerah Kota Bitung, hampir lima tahun terakhir ini tidak pernah terlihat di jalanan maupun dalam kegiatan resmi.
“Setahu saya, Pak Yoke Senduk saat menjabat, beliau dalam bertugas menggunakan mobil pribadinya. Sekitar empat tahun lebih DB 14 C tak pernah nongol,” ucap salah satu ASN yang enggan disebutkan namanya, Kamis (12/6/2025).
Menanggapi hal ini, pemerhati masyarakat, Fangki Ali, menegaskan bahwa keberadaan kendaraan dinas yang tidak jelas penggunaannya menjadi isu penting, mengingat aset daerah seharusnya digunakan secara optimal untuk menunjang kinerja pemerintahan.
“Rangkaian mobil dinas yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya, menunjukkan pengelolaan aset di lingkungan Pemkot Bitung belum tertib. Apalagi, barang yang tidak terdeteksi bukan barang yang kecil, secara fisik bisa dilihat dengan mudah. Jadi ketika tidak terdeteksi berarti ada permasalahan. Ini bisa mengarah ke pelanggaran hukum, dengan dugaan penghilangan aset daerah,” ucapnya.
Menurutnya, sorotan terhadap kendaraan dinas DB 14 C ini memunculkan pertanyaan publik mengenai transparansi penggunaan aset daerah.
“Yang sangat disayangkan lagi, malah terjadi di instansi yang notabene sebagai lembaga pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan, baik yang menjadi kewenangan daerah maupun tugas pembantuan oleh perangkat daerah. Ini terkesan sangat lucu,” tutur Fangki.
Fangki pun meminta Pemerintah Kota Bitung melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bitung agar kembali menertibkan kendaraan dinas guna memastikan penggunaan seluruh kendaraan dinas yang efisien dan sesuai aturan dalam menjaga aset milik negara.
“Kami berharap pemkot Bitung untuk memberikan penjelasan lebih rinci terkait kondisi dan keberadaan kendaraan dinas tersebut,” tukasnya.
Terpisah, Kabid Aset, Melly Wowor saat dikonfirmasi awak media enggan berkomentar banyak. “Baik, coba saya cek ya. Nanti diinfokan kembali,” singkatnya.










