Ratahan,BeritaOnlineLokal.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Forkopimda di Kabupaten Mitra turun tangan terkait konflik dua desa di Kecamatan Belang.
Bupati Mitra Ronald Kandoli dan Kapolres AKBP Handoko Sanjaya beberapa elemen masyarakat dari dua desa tersebut untuk duduk bersama.
Kedua desa yang bertikai itu adalah Desa Watuliney dan Desa Molompar.
Pertemuan para tokoh agama dan tokoh masyarakat kedua desa tersebut adalah dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Mitra Ronald Kandoli menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan untuk menjaga kondusifitas.
“Jadi penting untuk menjaga kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Mari hentikan pertikaian ini,” ujarnya.
Top eksekutif di Kabupaten Mitra ini meminta agar tokoh agama dan masyarakat bisa terus mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang.
“Kami bersama aparat keamanan akan terus berkolaborasi untuk menjaga kondusifitas di Mitra,” tegasnya.
Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya meminta agar masyarakat dua desa tersebut tak lagi bertikai.
“Tidak ada yang menang dalam setiap pertikaian. Jadi mari kita hentikan,” ujarnya.
Dirinya meminta agar masyarakat menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada polisi.
“Untuk proses hukumnya biar kami yang tangani,” tegasnya.
Sementara Itu Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara Sophia Antou Mengatakan Bupati dan Ketua Dewan yang di usung dari PDI Perjuangan tetap pada komitment Untuk peduli terhadap ketentraman dan kesejahteraan Rakyat, dan ini merupakan salah satu kepedulian yang sudah di tunjukkan oleh dua Kader terbaik PDI Perjuangan.
” Ini Menjadi Bukti Komitmen dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara Selalu Bersinergi dengan lembaga DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara untuk menjaga ketentraman dan Memperjuangkan Kesejahteraan Dari Masyarakat Yang ada di kabupaten Minahasa Tenggara,” Tutup Antou.
Peliput : */Dirga










