Bitung Terima Dana Insentif Fiskal 3 Miliar, Peluang Dalam Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur

BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Dalam menyikapi berbagai keluhan warga terkait kondisi infrastruktur di Kota Bitung, seperti jalan, drainase dan penerangan jalan yang sempat heboh di platform media sosial facebook. Pemerintah Kota Bitung diminta untuk memanfaatkan dana insentif fiskal.

Hal ini ditegaskan, pemerhati masyarakat kota Bitung, Fangki Ali saat bersua dengan awak media, Rabu (3/7/2025) di salah satu kedai kopi, kecamatan Madidir.

Menurutnya, dana tersebut dapat dialokasikan dalam mendukung pembangunan infrastruktur pelayanan publik dan peningkatan perekonomian, termasuk untuk perbaikan dan peningkatan infrastruktur yang mendukung layanan dasar dan umum.

“Hal ini sangat jelas diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 43 Tahun 2024, dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur, seperti peningkatan jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas publik lainnya agar mempercepat pemulihan ekonomi di daerah,” ucapnya.

Fangki pun mengingatkan Pemkot Bitung agar  memanfaatkan dana insentif fiskal sesuai peruntukkannya, meliputi dukungan infrastruktur pelayanan publik, peningkatan perekonomian, pelayanan kesehatan dan/atau pelayanan pendidikan.

“Tidak bisa digunakan untuk membayar hutang proyek, gaji, tambahan penghasilan, honorarium, dan perjalanan dinas Wali Kota, Wakil Wali Kota, pimpinan/anggota DPRD dan aparat sipil negara (ASN),”  tukasnya.

Dari informasi yang diperoleh awak media, Pemerintah melalui Kementrian Keuangan menggelontorkan insentif fiskal kepada pemerintah kota Bitung senilai Rp 3 miliar, pada awal juni 2025.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bitung, Rudy Theno saat dikonfirmasi membenarkan dana tersebut. “Iya benar, dananya kurang lebih tiga miliar,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media via Whatsapp.

Saat ditanya terkait peruntukkan dana tersebut, Rudy mengatakan salah satunya memperkuat program ketahanan pangan dalam rangka mewujudkan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Bidang ketahanan pangan dan kebutuhan lainnya sesuai prioritas daerah, termasuk pembangunan dan pembenahan infrastruktur,” singkat Sekda.