gambar

Komisi I Kuliti Dinas Pendidikan, Imran Sebut Kepala SMPN 2 Bitung ‘Pandang Enteng’

Anggota DPRD Kota Bitung, Imran Lakodi saat menanyakan proses penerimaan murid baru.

BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Polemik seleksi penerimaan murid baru (SPMB) tahun 2025 yang menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat, ikut disikapi para legislator Bitung.

Hal ini dibuktikan saat Komisi I DPRD Bitung memanggil Dinas Pendidikan dalam rapat koordinasi terkait proses penerimaan murid baru, Kamis (4/7/2025) di ruang sidang utama, Kantor DPRD Kota Bitung.

Dari pantauan awak media, dimana rapat yang dipimpin Ketua Komisi I, Nabsar Badoa didampingi Cherry Mamesah, Imran Lakodi, Edwin Podo, Devie Barakati dan juga dihadiri langsung Ketua DPRD Bitung, Vivy Ganap, bergantian melempar pertanyaan membuat suasana rapat semakin alot.

Hal yang mengejutkan terjadi saat Imran Lakodi dalam kesempatannya menyoroti sikap Kepala SMP Negeri 2 Bitung, Tommy Paat, yang dinilainya meremehkan lembaga legislatif atas keluhan orangtua siswa.

“Mohon maaf Pak Tommy Paat, saya secara pribadi sangat marah dengan sikap bapak yang terkesan pandang enteng, dan tidak pernah menggubris telpon saya. Padahal saya menelpon bapak karena kapasitas sebagai anggota dewan yang menerima aspirasi masyarakat yang anak-anak mereka tidak lolos seleksi masuk ke SMP Negeri 2 Bitung dan mereka menilai prosesnya tidak berjalan transparan,” tegasnya.

Hal tersebut dilakukan, lanjut Imran, untuk memastikan jawaban dari pihak sekolah terhadap banyaknya pertanyaan warga. “Padahal kalau bapak jawab pesan whatsapp atau angkat telpon, atas penjelasan bapak, saya bisa sampaikan kepada masyarakat,” ujar Politisi PAN.

Imran pun meminta agar Dinas Pendidikan Kota Bitung dapat menjelaskan secara transparan agar tidak lagi menjadi polemik yang berkepanjangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bitung, Fonny Tumundo yang hadir pada rapat tersebut menyampaikan, bahwa alasan kenapa banyak anak-anak yang gagal masuk ke SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Bitung, dikarenakan keterbatasan kuota.

“Sistem yang dipakai dalam SPMB 2025 tidak seperti tahun sebelumnya. Saat ini penerimaan murid baru menggunakan aplikasi dari pusat yang sudah terkunci. Jadi, semua proses sudah sesuai petunjuk teknis pelaksanaan, untuk SMP Negeri 2 kuota dari semua jalur penerimaan adalah sebanyak 418 orang,” tukasnya.