Ratatotok,BeritaOnlineLokal.com – Suasana penuh semangat menyelimuti Jemaat GMIM Efrata Ratatotok, Jumat (22/8/2025).
Ratusan anak Sekolah Minggu tampak antusias mengikuti Lomba Cerdas Cermat Alkitab (CCA) tingkat Sinode GMIM yang secara resmi dibuka oleh Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli.
Bupati Ronald, yang juga didapuk sebagai Ketua Umum Panitia, hadir langsung untuk membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya lomba ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan iman sekaligus membangun karakter generasi muda gereja.
“Melalui lomba ini, kita berharap lahir generasi yang cerdas, beriman, dan berkarakter Kristiani. Sekaligus mempererat kebersamaan antarjemaat di lingkup Sinode GMIM,” ujar Bupati RK dalam sambutannya.
Lomba CCA ini menjadi salah satu kegiatan terbesar di lingkup pelayanan anak GMIM tahun 2025.
Tercatat, ada 850 peserta yang ikut serta, terbagi dalam dua kategori: Seri A dengan 65 tim dan Seri B dengan 96 tim.
Rangkaian acara dimulai dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris BPMS GMIM, Pdt Christian Luwuk, M.Th. Setelah itu, kompetisi berlangsung dengan penuh antusiasme, di mana setiap anak berlomba-lomba menunjukkan pemahaman mereka tentang Alkitab.
“CCA bukan sekadar soal siapa yang juara, tapi bagaimana anak-anak ini bertumbuh dalam firman Tuhan dan menanamkan nilai Kristiani sejak dini,” ujar salah satu panitia harian, Menix Manopo, SH.
Kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan antarjemaat.
Ratusan pendamping, orang tua, hingga Komisi ASM jemaat turut hadir memberi dukungan. Tidak heran, suasana di Jemaat GMIM Efrata Ratatotok begitu semarak dan penuh kehangatan.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua KPA Sinode GMIM, Pnt Maikel Mait, S.Com, Ketua BPMW GMIM Ratatotok, Pdt Jeaniy Watung, S.Th, Camat Ratatotok Calvin Rawis, MT, serta Kabag Prokopim Setda Mitra, Febry Lasut, S.STP, M.Si.
Bupati Ronald menambahkan, lomba ini diharapkan menjadi tradisi positif yang terus digalakkan.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya pada perkembangan teknologi, tetapi juga pada bagaimana mereka tetap berpegang pada nilai iman.
“Di era digital sekarang, anak-anak perlu diarahkan untuk tetap menjadikan Alkitab sebagai pedoman hidup. CCA ini adalah salah satu cara agar firman Tuhan terus hidup dalam diri mereka,” pungkasnya.
Lomba CCA akan berlangsung selama dua hari, 22–23 Agustus 2025.
Panitia memastikan jalannya kegiatan tetap kondusif, tertib, serta memberi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi.
Dengan semangat kebersamaan yang kuat, kegiatan ini bukan hanya mencetak pemenang lomba, tetapi juga menanamkan nilai persaudaraan dan cinta firman Tuhan di kalangan generasi muda gereja.










