Fokus utama beasiswa ini adalah memberikan kesempatan pendidikan tinggi pariwisata bagi putra-putri daerah yang kelak akan menjadi penggerak utama pengelolaan desa wisata.
MoU ditandatangani langsung oleh Bupati Mitra Ronald Kandoli, Ketua STIP Manado Dr. Agustinus Walansendow, SE, MM, MSI, Ketua Umum ADWI DPP Sulut Christian Tambingon, Kepala Dinas Pariwisata Mitra Dra. Johana Untu, MM, Wakil Ketua STIP Manado Dra. Merry H. Adrah, S.ST.Par, MSi, dan perwakilan ADWI Maya Maurine Octaviani Mapaliey.
Acara tersebut turut disaksikan oleh Wakil Bupati Mitra Fredy Tuda, Sekretaris Daerah David H. Lalandos, AP, MM, serta pembina STIP Manado Prof. Dr. Bet El Silisna Lagarense, MM.Tourism.
Dalam sambutannya, Bupati Ronald Kandoli menekankan pentingnya investasi pendidikan pariwisata.
Menurutnya, keberhasilan desa wisata tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga kualitas SDM yang mampu mengelola potensi secara profesional.
“Kami ingin anak-anak Mitra menempuh pendidikan tinggi di bidang pariwisata tanpa terbebani biaya. Dengan ilmu yang mereka peroleh, mereka bisa kembali untuk membangun desa wisata di daerah ini,” ujar Ronald Kandoli.
Ketua STIP Manado, Dr. Agustinus Walansendow, menyambut positif langkah Pemkab Mitra.
Ia menilai kerja sama ini sebagai bentuk sinergi yang tepat antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah.
“Pendidikan pariwisata bukan hanya teori, tapi juga praktik langsung. Dengan adanya beasiswa ini, mahasiswa bisa menjadi agen perubahan bagi pengembangan pariwisata Mitra,” kata Walansendow.
Sementara itu, Ketua ADWI Sulut, Christian Tambingon, menegaskan desa wisata merupakan pilar penting dalam pariwisata berbasis komunitas.
Dengan beasiswa ini, generasi muda desa akan lebih percaya diri mengelola potensi alam, budaya, dan kearifan lokal.
Program Beasiswa Mitra Mandiri tidak hanya menanggung biaya kuliah, tetapi juga melibatkan pembinaan, pelatihan, hingga pendampingan intensif.
Tujuannya agar mahasiswa penerima beasiswa mampu mengimplementasikan ilmu pariwisata langsung di lapangan.
Langkah ini diyakini menjadi awal kebangkitan desa wisata di Minahasa Tenggara.
Dengan SDM yang kompeten, potensi wisata daerah dapat dikelola lebih maksimal, sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat serta memperkuat citra Mitra sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Utara.










