BITUNG– Pelaksanaan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PKM) Universitas Samratulangi Manado terus mencoba memaksimalkan penerapan kegiatan teknologi tepat guna dalam pengolahan cabai menjadi saus cabai, kali ini kelompok pengusaha di Desa Papusungan Kecamatan Lembe Selatan Kota Bitung menjadi sasaran dari kegiatan ini.
Ketua Tim PKM Unsrat DR ir Christine Mamuaja MS NIDN mengaku bahwa dipilihmya lokasi Desa Papusungan bukan tanpa alasan. “Melihat harga cabai di pasar yang sulit ditebak dan masyarakat yang sering kewalahan, ini merupakan solusi yang memudahkan masyarakat dalam menghadapi harga cabai yang mahal. Sebelumnya, kita telah melakukan observasi di Desa Papusingan yang juga merupakan salah satu desa penghasil cabai tetapi
belum mengerti penanganan yang tepat tentang pengolahan cabai saat panen berlebihan menjadi saus cabai guna mengantisipasi penyediaan apabila cabai langkah dipasaran dan harga naik,”ujar Mamuaja yang juga dosen di Fakultas Pertanian.
Proses pembuatan saus cabai
Selain Mamuaja Dr Ir Frans Lumoindong MSi NIDN menyebut teknologi hasil pertanian merupakan program yang memberi nilai tambah bagi suatu produk hasil pertanian bahkan membantu penyediaan pangan apabila suatu waktu bahan hasil pertanian mengalami kelangkaan atau nilai jual meningkat seperti yang sering terjadi pada kelangkaan cabai. “Dari hasil penyuluhan dan praktek dilapangan, semua peseta sangat antusias dan berperan aktif untuk meningkatkan dan memperluas usaha saus cabai melalui pembentukan kelompok kelompok pengusaha yang baru guna meningkatkan pendapatan masyarakat, “pungkasnya.
Keduanya menyebut bahwa produksi saus cabai membutuhkan biaya yang sangat murah baik bahan baku maupun peralatan yang digunakan. “Yang jelas kami sangat berharap kedepannya program seperti ini akam menjangkau masyarakat di desa lainnya. Karena produk saus cabai memiliki kualitas yang baik dalam proses pengolahan dilakukan secara higiens dengan bahan baku terpilih dengan kadar bahan pengawet sesuai SNI dan peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan menggunakan bahan yang stainless. Dengan demikian produk saus cabai dijamin memiliki kualitas atau bermutu tinggi sehingga harga dipasaran terjamin pasti tinggi karena pengujian secara organoleptik maupun kimiawi sudah dilakukan pada saat produk dibuat di laboratorium sebelum pelatihan. Produk yang berkualitas yaitu bermutu tinggi pasti aman dikonsumsi dan bernilai ekonomi tinggi untuk membantu meningkatkan pendapatan petani, pengusaha dan masyarakat, “tutup Mamuaja.(rsl)
Ratahan,BeritaOnlineLokal.com — Pemerintah Kelurahan Wawali Kecamatan Ratahan Menjadikan Jumat Bersih Sebagai Agenda Rutin di Setiap Jumat pagi setiap Minggu Berjalan….
Ratahan,BeritaOnlineLokal.com — Kepala Kecamatan Ratahan Arce Kalalo, memimpin serah terima jabatan Lurah Lowu Utara. Dalam sertijab ini, diserahkan dokumen administrasi…
Ratahan, BeritaOnlineLokal.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) Dalam Hal ini Dinas PMD, saay ini masih Menunggu Pengesahan Atas…
Ratahan,BeritaOnlineLokal.com – Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Unit V yang mencakup Kabupaten Minahasa,…
Ratahan,BeritaOnlineLokal.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) memperkuat komitmen dalam memperluas akses keuangan masyarakat melalui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses…
Ratahan,BeritaOnlineLokal.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGoMalut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan…