Cabut Injin Investor Pertambangan Nakal, Loius Schramm : Masyarakat Silahkan Lapor APH

Manado, Berita Online Lokal. Com- Masyarakat Kelurahan Pinasungkulan Kota Bitung dibuat resah dengan kegiatan pertambangan PT MSM/TTN yang telah berdampak lingkungan dan mengganggu ketenangan kehidupan masyarakat.

Hendrik Lule tokoh masyarakat Tinerungan Kelurahan Pinasungkulan mengatakan, kegiatan pertambangan PT MSM/TTN telah berdampak longsor dan ambruknya jalan nasional ruas Girian-Likupang yang diduga akibat blasting. Adanya abu blasting yang berterbangan masuk ke dalam wilayah pemukiman dan bahkan akibat blasting, telah membuat beberapa tembok rumah penduduk dan gereja retak, serta adanya ancaman laka lantas akibat hilir mudik kendaraan berbadan lebar dengan tonase besar.

Hal ini membuat Wakil Ketua Komisi IV Loius Scrhamm angkat bicara, terkait kegiatan pertambangan emas PT MSM/TTN yang dinilainya telah berdampak pada lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat di Kelurahan Pinasungkulan Kota Bitung.

Loius Scrhamm saat ditemui awak media usai kegiatan Rapat Paripurna DPRD Sulut, Selasa (23/6/2026) mengatakan, investor pertambangan yang nakal harus ada tindakan yang tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan oleh investor pertambangan nakal biasanya sudah merusak lingkungan dan ini perlu ada tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH).

“Kalau memang dia tidak mau melakukan perubahan, ijinnya kalau perlu dicabut. Memang kita butuh investor. Tapi kalau dia hanya merusak lingkungan, Sulawesi Utara tidak membutuhkan investor seperti itu,” tegas Ketua Fraksi Partai Gerindra.

Dia juga menegaskan, bahwa Sulawesi Utara membutuhkan investor yang patuh dan taat pada undang-undang dan taat aturan.

Loius Schramm juga mendorong agar masyarakat melaporkan ke APH, apabila melihat adanya kejadian atau pelanggaran lingkungan serta pelanggaran aturan undang-undang.

Loius Schramm juga menduga, jalan nasional di ruas Girian-Likupang yang ambruk, akibat adanya kegiatan blasting yang dilakukan oleh PT MSM/TTN dan harus ada koordinasi dengan BPJN untuk membangun kembali. (JoTam)