Reses Anggota DPRD Sulut Dapil BMR, Temui Beragam Aspirasi Masyarakat

Manado, Berita Online Lokal. Com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara mengagendakan kegiatan Masa Reses II tahun 2026 selama lima hari (1-5 Agustus 2026) yang diikuti oleh 45 Anggota DPRD di enam Daerah Pemilihan (Dapil).

Adapun keenam daerah pemilihan meliputi : Dapil Manado, Dapil Minut-Bitung, Dapil Nusa Utara, Dapil Bolmong Raya, Dapil Minsel-Mitra dan Dapil Minahasa-Tomohon.

Kegiatan reses II tahun 2026 juga diikuti para Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sulut dari daerah pemilihan (Dapil) Bolmong Raya (BMR), yang turun menjaring aspirasi masyarakat.

Anggota DPRD Sulut Harry Porung terlihat turun menyerap aspirasi masyarakat di empat desa yaitu, Desa Ponompiaan, Pusian (Kabupaten Bolaang Mongondow), Desa Kopandakan dan Desa Sia (Kota Kotamobagu).

Di dua wilayah yakni di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kota Kotamobagu, Harry Porung terlihat melakukan dialog dengan Pemerintah Desa dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat serta perwakilan masyarakat.

Adapun aspirasi dan usulan masyarakat meliputi pembangunan infrastruktur, Kesehatan, Pendidikan, UMKM dan kesejahteraan rakyat.

Sementara itu Anggota DPRD Sulut, Dhea Eucharisty Lumenta, SE, di Kabupatrn Bolaang Mongondow turun menggelar reses di Desa Nonapan Baru, Kecamatan Poigar.

Ada yang menarik dari kegiatan reses Dhea Lumenta, dimana menggandeng Dinas Kesehatan Bolmongan BPJS Kesehatan untuk menghadirkan pelayanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat setempat.

Alhasil, reses Dhea Lumenta dibanjiri masyarakat yang antusias datang mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan medis, konsultasi dokter, hingga layanan administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan secara mandiri di lokasi.

Bahkan Dhea Lumenta secara simbolis menyerahkan bantuan satu unit kursi roda kepada seorang lansia yang menderita kelainan tulang, karena selama ini lansia tersebut hanya bisa bertumpu pada tongkat kayu karena keterbatasan ekonomi keluarga yang tidak mampu membeli alat bantu jalan.

“Terima kasih kepada Ibu Dhea atas kepeduliannya. Kursi roda ini sangat berarti bagi orang tua kami yang kondisinya kian melemah,” ungkap salah satu anggota keluarga penerima bantuan dengan mata berkaca-kaca.

Dhea Eucharisty Lumenta dalam sambutan mengatakan, bahwa esensi utama dari reses adalah memberikan dampak instan yang meringankan beban konstituen.

Menurutnya, melalui reses dirinya ingin masyarakat tidak hanya menyampaikan usulan pembangunan, tetapi juga merasakan manfaat langsung lewat layanan kesehatan.

Ini dikarenakan dirinya berkomitmen untuk terus mengawal akses kesehatan, perbaikan infrastruktur desa, serta program sosial di Poigar untuk diperjuangkan ke tingkat provinsi.

Di sisi lain, di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulut, Seska Ervina Budiman, sukses memusatkan kegiatan resesnya di Kantor Desa Tombongon. Agenda dialog terbuka yang berlangsung hangat dan kekeluargaan ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta, mulai dari jajaran pemerintah desa, tokoh adat, kelompok tani, keterwakilan perempuan, hingga pelaku UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Seska menegaskan bahwa reses merupakan instrumen konstitusional yang krusial bagi parlemen untuk mendengarkan langsung jeritan hati masyarakat guna memastikan program kerja pemerintah provinsi tepat sasaran.

Merespons rentetan aspirasi warga, Seska memastikan seluruh masukan warga telah dicatat secara formal dan akan dibawa ke rapat paripurna DPRD Sulut.

“Seluruh poin strategis ini menjadi Pokok Pikiran (Pokir) dewan yang akan kami godok dan kawal ketat di tingkat provinsi, agar anggaran dan kebijakan ke depan benar-benar berpihak pada kesejahteraan masyarakat Bolaang Mongondow Raya,” pungkas Seska Ervina Budiman.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Fraksi Partai Demokrat, Angelia Regina Wenas (ARW), kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mengawal aspirasi sekaligus membantu langsung masyarakat di daerah pemilihannya.

Dalam rangkaian kegiatan reses yang digelar di wilayah Bolaang Mongondow Raya, legislator yang duduk di Komisi II DPRD Sulut ini turun langsung menemui warga masyarakat di Banjar Banua Karta, Desa Mopugad, Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Pertemuan tatap muka tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Warga adat setempat memanfaatkan momentum ini untuk mengutarakan berbagai kebutuhan nyata di desa, mulai dari infrastruktur penunjang pertanian hingga fasilitas sosial keagamaan yang selama ini sangat dirindukan oleh masyarakat.

Melalui kerja nyata dan kepedulian yang ditunjukkan oleh para legislator Sulut di wilayah BMR ini, masyarakat berharap program-program yang telah diusulkan dapat segera terealisasi demi kemajuan daerah dan peningkatan taraf hidup warga.

Angel Wenas mengatakan, reses adalah momentum untuk mendengar, memahami, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Karena bagi dirinya, kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan amanah sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, tetapi juga membangun kedekatan, mempererat silaturahmi, serta memastikan setiap suara rakyat menjadi bagian dari perjuangan di lembaga legislatif.

“Melalui Reses DPRD Provinsi Sulawesi Utara Daerah Pemilihan Bolaang Mongondow Raya, saya berkesempatan bertemu dan berdialog bersama masyarakat Banjar Buana Kerta, Desa Mopugad, Kabupaten Bolaang Mongondow. Nama Banjar Buana Kerta memiliki makna yang luhur. Dalam filosofi Hindu, Banjar artinya Balai, Buana berarti dunia atau alam kehidupan, sedangkan Kerta bermakna sejahtera, harmonis, dan penuh kemakmuran. Nilai ini menjadi semangat untuk terus menjaga persaudaraan, kebersamaan, dan kehidupan yang damai,” kata Angel.

Dalam reses Angel Wenas menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait sektor pertanian berupa kebutuhan bibit tanaman, peternakan berkaitan dengan bibit hewan dan cara penanganan virus pada hewan, serta fasilitas umum seperti perbaikan jembatan dan balai, ia juga menyalurkan bantuan pribadi berupa satu unit freezer untuk mendukung keperluan pemulasaraan jenazah umat Hindu, serta bantuan dana kepada Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Banjar Buana Kerta guna mendukung pengadaan kebaya persembahyangan. (JoTam/Advetorial).