Manado, Berita Online Lokal. Com- Kenaikan harga cabe merah yang semakin melambung tinggi membuat suasana kantong rakyat Sulut semakin pedis dan menyusahkan ekonomi keluarga.
Disaat harga cabe merah sudah menyentuh Rp 200.000 per kilonya, tentunya membuat pusing tujuh keliling para emak-emak di Sulut untuk mengatur kondisi keuangan keluarga di saat inflasi ekonomi Indonesia.
Bahkan kondisi harga cabe merah yang melambung tinggi menggema di saat Rapat Paripurna DPRD Sulut, Senin (14/9/2026) yang dilaksanakan dalam rangka Perubahan APBD tahun anggaran 2026.
Amir Liputo tanpa diduga melakukan intrupsi kepada pimpinan DPRD dan mengutarakan terkait harga cabe merah yang sudah mengkhawatirkan dan dikeluhkan oleh masyarakat.
“Kami mohon dengan sangat ada operasi pasar khusus rica (cabe merah). Ini ibu-ibu sudah wa apa pekerjaan dewan. Sudah Rp 200 ribu harga rica per kilo,” ucap Anggota DPRD dari Dapil Kota Manado.
Sambil bergurau Amir Liputo juga mengatakan, pesan dari ibu-ibu di Sulut apabila harga rica tidak bisa diatasi, maka bapak-bapak bakal tidur di luar kamar.
Menurutnya, sekarang DPRD Sulut sedang membahas perubahan APBD dan anggaran APBD Sulut mempunyai anggaran tak terduga yang bisa dipakai untuk kegiatan operasi khusus menstabilkan harga cabe merah.
“Sebagai informasi harga rica di Makasar agak murah pak Gubernur. Ada diangka dibawah Rp 100.000 per kilonya.
Menanggapi intrupsi Amir Liputo, Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen angkat suara terkair harga cabe merah.
Andi Silangen menjelaskan, bahwa Gubernur Yulius Selvanus telah memerintahkan Dinas Pangan untuk membeli cabe merah dari Surabaya Jawa Timur untuk kemudian dilakukan operasi pasar khusus di pasar-pasar Sulut. (JoTam)










