oleh

Alat Pertanian Bantuan Pemerintah Pusat Digunakan Digalian C Ilegal

Bantuan berupa alat mesin pertanian (Alsintan) oleh Pemerintah Pusat berupa alat multifungsi sejenis backhoe berukuran kecil yang diberikan Tahun 2018 lalu untuk Minahasa Selatan terpantau melakukan aktivitas di galian C yang ada di Sungai Ranoyapo di Desa Pontak Kecamatan Ranoyapo.


Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, menyebutkan bahwa alat milik Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan tersebut digunakan untuk mengangkat material batu atau kerikil sungai untuk dibawa ke lokasi pekerjaan proyek salah satu desa di sekitar wilayah tersebut.

Aktivitas di Sungai Ranoyapo

“Coba cek yang di sungai Ranoiapo itu ada alat pertanian yang digunakan di galian C ilegal. Dan itu sudah berlangsung cukup lama,”ujar salah satu warga di Kecamatan tersebut kepada media ini.

Dan benar saja, setelah media ini melakukan pemantauan di lokasi tersebut, Rabu (2/10), alat multifungsi itu tengah dioperasikan untuk menggali di mengangkut batu kerikil untuk diangkut menggunakan truck. Sekira 2 KM dari jembatan Ranoyapo yang ada di Desa Pontak, alat yang harusnya difungsikan di lokasi pertanian untuk membantu petani justru dikomersialkan bukan dibidangnya.

Galian C yang diangkut menggunakan Alat Pertanian

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Minsel Franky Pasla melalui Kabid PSP Tineke Lontoh mengaku nama alatnya ialah traktor multiguna. Dan alat tersebut merupakan tanggungjawab dinas untuk dikelola. “Dan dari dinas ada yang namanya Brigade, mereka yang mengoperasikan alat tapi mereka itu tanggungjawabnya dinas. Jadi untuk sewa alat tersebut Rp150 ribu per jam sudah termasuk operator bahan bakar dan brigade. Sedangkan untuk keberadaannya, ada di sungai Ranoyapo untuk mengngkat material di digunakan di jalan perkebunan,”ujar Lontoh.

Rute yang dilewati Alat Pertanian

Meski demikian, penggunaan alat yang sudah tidak sesuai dengan peruntukannya medapat perhatian dari masyarakat. “Kalau untuk pertanian, tentu alat itu harus digunakan di area pertanian, bukannya digunakan di galian C. Apalagi kalau sampai alat itu rusak, harga alat itu mencapai ratusan juta tapi pendapatan dari pemanfaatan alat itu kurang jelas,”tambah warga tersebut.

To be continued.. (citra soputan)

Alat Pertanian yang digunakan di galian C saat usai beroperasi.

News Feed