Peliput: INNOR
MINUT, BERITA ONLINE LOKAL – Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana semakin nyata.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut kini mendorong pemanfaatan teknologi melalui pengembangan aplikasi Sistem Informasi Gerak Cepat Tanggap (SIGESIT), sebuah inovasi digital yang dirancang sebagai pusat informasi kebencanaan yang lengkap dan mudah diakses.
Inovasi ini bahkan mendapatkan pengakuan di .
Berkat kehadiran SIGESIT, Kabupaten Minahasa Utara berhasil meraih predikat Kabupaten Terinovatif 2025 pada ajang Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan BSKDN Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Joune Ganda di Jakarta, baru-baru ini.
Kepala BPBD Minut Theodore Lumingkewas melakui Sekretaris Gerald Dotulong, menjelaskan bahwa SIGESIT pertama kali hadir pada 2023 sebagai solusi atas ketiadaan kanal pelaporan bencana yang terintegrasi sebelum layanan darurat 112 dioperasikan.
“SIGESIT awalnya dibuat untuk menampung laporan masyarakat ketika terjadi bencana. Seiring waktu dan kebutuhan, kami kembangkan menjadi aplikasi yang tidak hanya menerima laporan, tetapi juga menyediakan informasi mitigasi, edukasi, serta peringatan dini,” ujar Dotulong.
Sejalan dengan pengembangannya, SIGESIT kini terhubung dengan berbagai sumber data vital. Mulai dari prakiraan cuaca BMKG, informasi gempa dari InaTEWS, pemantauan aktivitas gunung api Magma ESDM, hingga titik panas kawasan rawan karhutla melalui Sipongi KLHK. Aplikasi ini juga menampilkan peta risiko berbasis Inarisk BNPB untuk membantu masyarakat memahami tingkat kerentanan wilayah masing-masing.
“Masyarakat bisa mengecek jenis ancaman bencana di lokasi mereka. Fitur edukasi juga lengkap, seperti buku saku bencana dan panduan menghadapi gempa,” tambah Dotulong.
Meski telah memiliki sistem yang kuat, SIGESIT saat ini masih digunakan secara terbatas oleh relawan dan perangkat desa sebagai bentuk penyaringan terhadap laporan yang masuk, sekaligus mencegah penyebaran informasi menyesatkan.
BPBD Minut menargetkan aplikasi ini segera tersedia di Play Store agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat. Pengembangan berikutnya juga disiapkan untuk menghadirkan notifikasi peringatan dini, termasuk potensi tsunami hingga cuaca ekstrem.
Dengan hadirnya SIGESIT, BPBD Minut berharap masyarakat memiliki akses cepat terhadap informasi yang akurat dan terpercaya, sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan serta respons saat situasi darurat. (**)










