BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Sosok polisi lebih dikenal berani terlebih dalam menghadapi situasi genting sekalipun. Terutama sikap tegas yang wajib dimiliki Korps Bhayangkara.
Namun dibalik kegarangan para anggota polisi, tak jarang pula kita menyaksikan aksi solidaritas kemanusiaan yang dilakukan diluar kebiasaan polisi yang kerap bersinggungan langsung dengan penjahat.
Salah satu polisi yang dikenal yakni Kapolres Bitung, AKBP. Albert Zai SIK MH yang dinilai merupakan perwajahan polisi masa kini yang humanis dalam melayani dan mengayomi masyarakat.
Sejak memegang tongkat komando di Polres Bitung. Polisi berpangkat melati dua di pundaknya ini tak pernah melupakan rasa empati terhadap sesama. Albert Zai tidak hanya menampilkan dirinya yang tegas, tetapi juga sosial.
Salah satu contoh, Kamis (17/4/2025), dimana dirinya bersama pejabat utama Polres Bitung melaksanakan Bakti Sosial dalam rangka menjelang paskah, Kapolres Albert Zai sempat menitikkan air mata saat bertemu seorang bocah bernama Josua Lahama (13) ketika mendengar curhatan anak yang duduk di bangku SMP ini.
Momen khidmat berubah seketika menjadi haru ketika Josua menceritakan bahwa selain menempuh pendidikannya, dia pun tetap tegar mengurus ayahnya yang sakit.
“Cuma kami berdua di rumah ini. Saat pulang sekolah, saya langsung mencari uang buat beli beras buat makan. Ayah sakit dan tidak bisa berbuat apa-apa, jadi saya harus banting tulang untuk kebutuhan sehari-hari,” polosnya dihadapan Kapolres Bitung.
Sebagai bentuk rasa kepedulian Albert Zai ikut memberi tali asih kepada Josua berupa santunan dan bantuan sembako. “Terimakasih bapak,” tukas Josua dengan suara gemetar sambil mata berkaca-kaca.
Kapolres Bitung, AKBP. Albert Zai, saat ditemui, menuturkan Josua salah satu contoh positif bagi anak usia muda. “Bukan memikirkan pergaulan yang ujung-ujungnya berdampak negatif tetapi memikirkan masa depannya, dan juga keluarganya. Dan saat ini sudah dilakukan adik Josua,” harunya.
Yang sangat mengharukan lagi, lanjut Albert, saat ini maraknya aksi kriminalitas yang kebanyakan dilakukan oleh anak di bawah umur, namun ternyata di salah satu sudut kota di Kelurahan Wangurer Barat, Kecamatan Madidir ada seorang anak yang berjuang sendiri dengan bekerja sebagai buruh bangunan dan pengangkut sampah agar mendapatkan uang demi menghidupi orang tuanya.
“Mari kita semua jaga keamanan, dan peduli dengan sesama. Ingat, masih banyak orang yang membutuhkan bantuan kita. Saling menghormati, menghargai dan tolong menolong pasti akan membuat hidup kita aman, damai dan tenteram,” pungkas Kapolres.










