BERITA ONLINE LOKAL.COM, TOMOHON – Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., menegaskan status Kota Tomohon sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Utara bukanlah garis akhir.
Menurutnya, capaian tersebut harus tetap diikuti dengan aksi nyata di lapangan agar kesejahteraan warga benar-benar merata.
Hal itu disampaikan Wawali Sendy saat membuka Forum Group Discussion (FGD) Awal Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kota Tomohon, Rabu (21/10/26).
Kita patut bersyukur karena Kota Tomohon merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Utara.
Tentunya kita tidak berhenti sampai sebatas angka saja,” ujar Wakil Wali Kota Rumajar.
Ia berharap forum tersebut tidak sekadar menjadi ruang pemenuhan kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan.
Lebih dari itu, FGD harus menjadi wadah bertukar gagasan, mengidentifikasi persoalan secara objektif, serta merumuskan solusi konkret yang aplikatif.
Sendy Rumajar menekankan, setiap masukan hendaknya berangkat dari kondisi riil masyarakat, didukung oleh data yang valid, dan diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas hidup warga.
Ia juga meminta jajarannya memastikan kelompok masyarakat rentan tidak tertinggal dalam proses pembangunan.
“Keberhasilan pembangunan daerah bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial,” pungkasnya. (*/)










