Manado,BeritaOnlineLokal.com – Upaya menjaga stabilitas keamanan kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara.
Bupati Ronald Kandoli memimpin langsung rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Hotel Grand Puri, Manado, Kamis (4/9/2025).
Pertemuan tersebut dihadiri unsur pimpinan daerah, mulai dari aparat kepolisian, peradilan, Badan Intelijen Negara, hingga pejabat pemerintah kabupaten.
Fokus utama rapat kali ini adalah langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, terutama dampak aksi unjuk rasa, serta maraknya penyebaran hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian di ruang publik maupun media sosial.
Rapat Forkopimda ini merupakan tindak lanjut dari surat imbauan Menteri Dalam Negeri Nomor 000.10.3/e-748/Polpum.
Dalam arahan pembuka, Bupati Kandoli menekankan pentingnya sinergi antarinstansi untuk memastikan suasana tetap kondusif.
“Situasi kondusif harus terus kita jaga. Dengan koordinasi yang baik, kita dapat mengantisipasi potensi gangguan, termasuk penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang bisa memicu konflik sosial,” ujar Kandoli.
Menurutnya, dinamika sosial dan politik seringkali menjadi celah bagi pihak tertentu untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan.
Oleh karena itu, langkah pencegahan perlu diprioritaskan agar masyarakat tidak terprovokasi.
Sejumlah pejabat hadir dalam pertemuan ini, antara lain Kapolres Minahasa Selatan AKBP Handoko Sanjaya, S.I.K., M.Han., Ketua Pengadilan Negeri Tondano Dr. Erenst Ulaen, S.H., M.H., Koordinator BIN Mitra Edo Mangare, Sekretaris Daerah Mitra David H. Lalandos, A.P., M.M., serta Kepala Badan Kesbangpol Ruddy Kures, S.E., M.M.
Diskusi berlangsung hangat, dengan penekanan pada strategi kolaboratif dalam menghadapi potensi kerawanan.
Forum Forkopimda menyepakati perlunya memperkuat sistem deteksi dini, memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat, serta meningkatkan kesiapsiagaan aparat di lapangan.
“Jangan beri ruang bagi provokator. Kita harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan informasi yang benar dan dapat dipercaya,” tegas Kapolres Handoko dalam kesempatan tersebut.
Selain aspek keamanan, Forkopimda juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat.
Pemerintah daerah berkomitmen mengedepankan pendekatan persuasif agar warga merasa dilibatkan dalam menjaga stabilitas daerah.
Bupati Kandoli menambahkan, rasa aman adalah prasyarat utama bagi pembangunan.
“Tanpa suasana damai, sulit bagi kita untuk menjalankan program pembangunan. Karena itu, Forkopimda akan terus hadir sebagai garda depan menjaga harmoni di Minahasa Tenggara,” ujarnya.
Hasil rapat menyepakati bahwa koordinasi akan terus diperkuat melalui pertemuan rutin. Dengan demikian, setiap potensi permasalahan dapat segera diidentifikasi dan ditangani sejak dini.
Langkah ini diharapkan mampu memberi kepastian kepada masyarakat bahwa pemerintah bersama aparat dan unsur terkait selalu siaga menjaga keamanan dan kenyamanan hidup di Minahasa Tenggara.










