Kepala Dinas P2KB Dr Helny Ratuliu M.AP ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa angka Stunting di Kabupaten Minahasa Tenggara masih perlu diwaspadai karena sampai saat ini Stunting menghantui kita yang ada di Daerah ini
Dikatakan Ratuliu, stunting merupakan masalah serius yang perlu kita bahas dalam kegiatan sosialisasi saat ini.
“Tahun 2023 lalu angka Stunting di Kabupaten Mitra turun menjadi 15 persen, tahun 2024 belum ada.” Ujar Ratuliu.
Lanjut Mantan Kadis Kesehatan ini mengatakan bahwa maksud sosialisasi ini adalah melalukan koordinasi terkait data stunting uang nantinya akan dipublikasikan lewat Web Aksi Bangda milik Pemkab Mitra
” Kita yang hadir saat ini, operator masing SKPD untuk mempercepat penginputan data
Di Web Aksi Bangda milik Pemkab Mitra,” ujar Ratuliu.
Sementara itu kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kabupaten Mitra Dr Grace Oroh M.Pd dalam arahannya mengatakan
Bahwa Aplikasi Web Aksi Bangda ini merupakan web baru yang akan membantu kita menurunkan angka stunting
” Melalui web ini, informasi tentang penurunan Stunting bisa di ketahui,” ujar Oroh.
Ditambahkannya dengan adanya web ini kita bisa Mengawasi, koordinasi dengan antar stakeholder pada penurunan stunting.
Langka langka yang diambil untuk penurunan angka stunting diantaran identifikasi maslaah stunting, perencanaan aksi penurunan stunting yang berintegrasi tetap sasaran, Koordinasi dengan stakeholder dan melakukan evaluasi.
Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian penduduk, penyuluhan dan penggerakan Stenly Wahongan SE mengatakan kegiatan ini
bertujuan meningkatkan pemahaman proses pelaporan berbasis web monitoring hingga dapat menampilkan data dan informasi yang cepat dan akurat atas kemajuan pelaksanaan aksi konvergensi intervensi pengiriman stunting terintegrasi di Kabupaten Mitra.
bahwa kegiatan ini merupakan rencana intervensi gisi secara terintegrasi dalam pencegahan.
“Dengan kegiatan ini, bisa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam penginputan data aksi konvergensi di masing.lasimg instansi lewat operator SKPD dan membantu tim koordinasi stunting melakukan monitoring dan evaluasi serta pembinaan,” ujar Wahongan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, sekretaris Dinas P2KB Dedi Siwi, Sam Patoro Larobu SH, MH sebagai tenaga ahli pendamping pencegahan dan percepatan penurunan stunting, Kabid DP2KB bersama staf, Kabid Bapeda serta Operator di masing masing SKPD.










