BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung di bawah kepemimpinan Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka (HH-RM) kini mulai mengalihkan fokus pada agenda pembangunan fisik, khususnya infrastruktur jalan dan drainase.
Hal ini pun disikapi positif oleh Ketua Dewan Rakyat Oposisi (DRO), Irfan Frantigo, saat bertemu awak media, Jumat (25/4/2025) di salah satu kedai kopi.
Dirinya pun mengingatkan, bahwa dalam kaitan dengan pertumbuhan ekonomi di daerah, yang paling penting adalah pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran.
“Namun jika pembangunan infrastruktur tidak tepat sasaran, maka masyarakat pun tidak dapat merasakan dampak dari pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Menurutnya, hal ini yang perlu dikembangkan, sehingga tidak menghabiskan banyak uang dan energi untuk membangun infrastruktur, apalagi dengan adanya efisiensi anggaran.
“Perlu kajian yang strategis agar dampak pembangunan di Kota Bitung, benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Frantigo juga menyentil terkait drainase yang dinilai belum maksimal, sehingga sering mengakibatkan banjir yang berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan.
“Harus dilihat dulu hulu dan hilirnya. Jangan hanya beranggap yang penting ada proyek. Harus pro aktif dalam segi kajian, deteksi dini dan pengawasan,” tegasnya.
Sementara itu, pembangunan yang dimulai dari pemeliharaan dan perbaikan jalan serta saluran air yang bersifat mendesak, terpantau di beberapa titik. Salah satunya di kompleks Leoni, kecamatan Girian.










