BERITA ONLINE LOKAL.COM – Tomohon – Semangat melestarikan budaya lokal berpadu dengan dunia pendidikan dalam persiapan Pentas Mahzani 1000 Pelajaran yang mengusung tema “Harmoni Keberagaman.”
Tema tersebut lahir dari koordinasi intens antara panitia pelaksana dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon, Dr. Juliana Dolvin Karwur, pada Senin (2/3/2026).
Kadis menerangkan, Tema ini miliki makna toleransi. Betapa tidak, dalam suasana bulan puasa serta masa sengsara gereja, tema ini menjadi simbol keharmonisan.
“Kebetulan kan pentas ini digelar saat umat Muslim menjalani puasa dengan kesabaran dan kepedulian, dan umat Kristen memasuki masa sengsara dengan perenungan kasih dan pengorbanan,” urainya.
Dolvin menilai Pentas Mahzani mengingatkan bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk saling menghormati dan membangun pendidikan berkarakter.
Dalam pertemuan itu juga, Kadis Dikbud menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana atas inisiatif besar menghadirkan kegiatan budaya.
Dirinya menilai, pentas spektakuler itu sebagai langkah baru dan bersejarah bagi dunia pendidikan di Kota Tomohon.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menggagas Pentas Mahzani 1000 Pelajaran,” ujar Kadis.
“Ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi gerakan pendidikan berbasis budaya yang memperkuat karakter, kreativitas, dan kebersamaan generasi muda,” imbuhnya.
Ia menegaskan, pengangkatan budaya Mahzani dalam kegiatan pendidikan memiliki nilai strategis karena mampu menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menanamkan kecintaan terhadap identitas lokal sejak dini.
“Mahzani adalah warisan budaya yang sarat makna. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar seni, tetapi juga disiplin, kerja sama, toleransi, dan kebanggaan terhadap budaya daerah. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” tambahnya.
Menurut Karwur, integrasi budaya ke dalam proses pembelajaran juga membuka ruang inovasi bagi guru dan siswa untuk mengeksplorasi metode belajar yang kreatif dan menyenangkan.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah di Kota Tomohon untuk terus menghadirkan pendidikan yang berakar pada budaya lokal.
Sementara itu, panitia pelaksana menyebut tema “Harmoni Keberagaman” dipilih sebagai simbol persatuan dalam perbedaan, sekaligus refleksi kekayaan budaya yang dimiliki Kota Tomohon.
Mereka optimistis Pentas Mahzani 1000 Pelajaran akan menjadi momentum penting dalam melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan berbasis kearifan lokal.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, Pentas Mahzani 1000 Pelajaran diharapkan mampu menghidupkan kembali kecintaan generasi muda terhadap budaya Mahzani.










