KOTA-KOTAMOBAGU, 6 Februari 2026 – Keluhan tentang kelangkaan gas LPG saat memasuki bulan Ramadan semakin menguatkan dugaan di kalangan warga bahwa ada “permainan” atau praktik tidak jelas di pihak distributor. Banyak yang bertanya-tanya mengapa masalah ini hanya muncul secara teratur tepat di saat Memasuki Bulan suci ramadhan untuk kebutuhan memasak ,sahur dan berbuka meningkat.
Warga Kelurahan kotamobagu, Marlina (52 tahun), mengungkapkan keraguan yang sudah lama ada di benaknya. “Kalau kebutuhan meningkat, seharusnya persediaan juga ditingkatkan kan? Tapi setiap tahun sama aja – pas puasa pasti langka, bahkan kadang distributor bilang ‘habis’ padahal kita tahu ada yang bisa dapat lewat cara lain dengan harga lebih mahal. Kayaknya memang ada yang diatur di belakangnya,” ucapnya.
Pedagang warung makan di Jalan adampedolot, Hadi Wijaya (41 tahun), menambahkan bahwa beberapa distributor bahkan mulai memberikan “pemberitahuan” tidak resmi tentang keterbatasan stok jauh sebelum bulan puasa tiba. “Seolah-olah sudah jadi kebiasaan yang direncanakan. Kita sebagai konsumen hanya bisa terpaksa menerima atau cari alternatif yang lebih mahal,” jelasnya dengan nada kecewa.
Beberapa warga juga menyampaikan bahwa mereka pernah melihat truk pengantar gas masuk ke gudang distributor, namun saat ditanya malah dikatakan tidak ada stok. Hal ini semakin membuat mereka curiga bahwa ada praktik penahanan stok untuk mencari keuntungan lebih besar di saat permintaan tinggi.”Ucapnya
Apakah Anda pernah mendapatkan informasi terkait alasan sebenarnya kelangkaan LPG saat puasa, atau pernah menghubungi pihak berwenang untuk mengadu masalah ini?










