BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Kendaraan dinas (Kendis) milik pemerintah kota Bitung terus menjadi sorotan publik. Sebelumnya mobil Avanza dengan nomor polisi DB 14 C, merupakan kendaraan dinas untuk Inspektur Daerah Kota Bitung, yang sudah hampir lima tahun tak jelas rimbanya.
Kini, plat merah bernopol DB 33 C untuk penunjang operasional Kepala Dinas Pendidikan juga mengalami nasib yang sama, tidak pernah terlihat di jalanan maupun dalam kegiatan resmi.
Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kota Bitung, Melia Moesrin, menegaskan bahwa Keberadaan kendaraan dinas yang tidak jelas menjadi isu penting, mengingat aset daerah tersebut seharusnya digunakan secara optimal untuk menunjang kinerja pemerintahan.
Menurutnya, sorotan terhadap kendaraan dinas yang diduga hilang ini, memunculkan pertanyaan publik mengenai transparansi penggunaan aset daerah.
“Rangkaian mobil dinas yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya, menunjukkan pengelolaan aset di lingkungan Pemkot Bitung belum tertib. Apalagi, barang yang tidak terdeteksi bukan barang yang kecil, secara fisik bisa dilihat dengan mudah. Jadi ketika tidak terdeteksi berarti ada permasalahan. Ini bisa mengarah ke pelanggaran hukum, dengan dugaan penghilangan aset daerah,” ucap Melia, Jumat (20/6/2025).
Politisi Partai Golkar pun mendesak Pemerintah Kota Bitung melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bitung agar kembali menertibkan kendaraan dinas guna memastikan penggunaan seluruh kendaraan dinas yang efisien dan sesuai aturan dalam menjaga aset milik negara.
“Penertiban ini mencakup pendataan ulang, pengembalian kendaraan oleh pihak yang tidak berhak, serta pengawasan penggunaan sesuai peruntukan. Dan juga dalam rangka menindaklanjuti LHP BPK, yang tiap tahunnya menjadi langganan temuan terkait pengamanan fisik aset yang tidak tertib,” tegasnya.
Melia menambahkan agar BPKAD segera berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menelusuri keberadaan kendaraan dinas hasil dari uang rakyat, yang hingga kini tak jelas rimbanya.
“Jadi harus ada pertanggungjawabannya. Kami berharap pemkot Bitung untuk memberikan penjelasan lebih rinci terkait kondisi dan keberadaan kendaraan dinas. Dan saya pastikan bukan hanya dua unit tersebut, tapi masih banyak kendis lainnya mengalami nasib yang sama. Hingga kini tidak diketahui keberadaannya, baik itu kendaraan roda empat maupun roda dua. Ini harus diseriusi,” pungkas Melia yang kini duduk di Komisi 2 DPRD Bitung.
Terpisah, Kabid Aset, Melly Wowor saat dikonfirmasi awak media enggan berkomentar banyak. “Baik, saya coba cek ya. Nanti diinfokan kembali,” singkatnya.










