Manado, Berita Online Lokal. Com- Lagi-lagi masalah distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU, menjadi masalah yang berkepanjangan dan selalu mendapat sorotan publik.
Kali ini Anggota Komisi II DPRD Sulut Normans Luntungan Rabu (2/9/2026) menyoroti suplay BBM dari SPBU yang melayani pengisian melalui barcode khusus nelayan.
Diduga bermoduskan barcode khusus nelayan, sering disalahgunakan oleh oknum mafia BBM yang bekerja sama dengan pihak SPBU.
Normans menjelaskan, salah satu temuan terjadi di SPBU Tateli dimana dalam peninjauan, pihaknya justru mendapati BBM jenis Pertalite yang dijual kepada nelayan menggunakan galon.
Menurutnya, setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata barcode yang digunakan sudah kadarluarsa namun tetap dilayani oleh operator SPBU.
Besar kecurigaan dimana oknum mafia BBM juga memanfaatkan barcode milik kendaraan dan ini jelas sangat merugikan masyarakat/konsumen BBM di Sulut.
Untuk itu, Normans Luntungan mendesak kepada pihak Pertamina Sulut agar dapat menindaklanjuti persoalan dugaan penyalahgunaan barcode atau surat lainnya yang dikeluarkan oleh instansi teknis.
Bahkan Normans Luntungan mendorong Pertamina dan aparat Kepolisian untuk melakukan pengawasan dan lebih memperketat suplay BBM di setiap SPBU yang tersebar di Sulut.
Dia juga menghimbau pihak Pertamina untuk mencarikan solusi terkait atrean panjang yang terjadi di beberapa SPBU, karena ini bisa menghambat putaran roda perekonomian bahkan menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. (JoTam)










