Latihan Bersama, Jeand’arc Karundeng: Mahzani Harus Tembus Panggung Internasional

Foto Dok: drg Jeand'arc Senduk-Karundeng saat membuka kegiatan latihan bersama tari Mahzani

BERITA ONLINE LOKAL.COM – TOMOHON, Ketua Tim Kesenian Kota Tomohon, drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng, resmi membuka latihan bersama perdana Pentas Mahzani 1000 Pelajar Kota Tomohon.

Kegiatan itu digelar di Aula SMP Negeri 1 Tomohon, Rabu (04/3/2025), dan melibatkan dua sekolah, yakni SMP Negeri 1 Tomohon dan SMP Katolik Gonzaga Tomohon.

Sejak awal kegiatan, aura antusiasme dan kebanggaan terpancar dari wajah para siswa yang akan menjadi peserta dalam perhelatan akbar tersebut.

Dalam sambutannya, Jeand’arc Karundeng menegaskan bahwa Tarian Mahzani bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan identitas dan warisan luhur yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Ia berharap pentas Mahzani tidak berhenti di panggung lokal maupun nasional, tetapi mampu menembus panggung internasional.

“Kita ingin Mahzani dikenal dunia. Dari Tomohon untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia,” ucap Karundeng, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon, Dr. Juliana Dolvin Karwur.

“Budaya adalah anugerah Tuhan yang harus kita rawat dengan cinta dan tanggung jawab,” tambahnya dengan penuh makna.

Suasana latihan berlangsung penuh energi. Para siswa tampak serius namun tetap menikmati setiap gerakan yang dipandu langsung oleh para maestro Mahzani.

Harmoni langkah dan kekompakan mulai terbentuk sejak latihan pertama, menandakan kesiapan generasi muda menjaga denyut budaya daerah.

Ketua Panitia Pelaksana, Armando Loho, M.Kom, mengaku bangga melihat semangat luar biasa para peserta.

“Saya melihat bukan sekadar latihan, tetapi kebangkitan kesadaran budaya di kalangan generasi muda. Ini investasi jangka panjang untuk identitas dan kebanggaan Tomohon,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SMP Negeri 1 Tomohon di bawah kepemimpinan Dra. Lilly A.H. Mangoendap, M.Pd, yang telah memberikan dukungan penuh dengan menjadi tuan rumah latihan perdana.

“Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa ketika sekolah, pemerintah, dan Tim Panitia bersatu, tetu akan membawa kesuksesan untuk Pentas Mahzani massal ini,” tutupnya.

Pentas Mahzani 1000 Pelajar diharapkan menjadi momentum kebangkitan budaya lokal yang tak hanya membanggakan Tomohon, tetapi juga mengukuhkan Mahzani sebagai warisan yang mendunia. (*)