gambar

Legislator Bitung Desak Pemkot Telusuri Kendaraan Dinas yang Diduga Lenyap

Anggota DPRD Bitung, Melia A. Moesrin dan Cherry I. Mamesah

BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Sorotan terhadap sejumlah keberadaan kendaraan dinas yang hingga kini tidak diketahui rimbanya terus berdatangan dari elemen masyarakat di Kota Bitung.

Kali ini datang dari legislator Bitung, Melia A. Moesrin mempertanyakan keberadaan sejumlah aset kendaraan pemerintah yang diduga raib entah kemana, salah satunya mobil Toyota Avanza DB 33 C yang merupakan penunjang operasional Kepala Dinas Pendidikan dalam berbagai kegiatan.

Menurut anggota DPRD dari daerah pemilihan II (Madidir-Girian) ini, harusnya pemerintah Kota Bitung melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) lebih pro aktif dalam mengakomodir seluruh aset milik pemerintah.

“BPKAD sebagai pihak yang paling berwenang. Saya meminta agar keberadaan kendaraan dinas ditelusuri sampai ditemukan. Ingat, semua dibeli dengan uang rakyat. Jadi harus ada pertanggungjawabannya,” tegas Melia, Rabu (9/7/2025) saat bersua dengan awak media.

Politisi Partai Golkar ini, juga mengakui sudah beberapa kali bersuara di media untuk mengingatkan Pemkot Bitung terkait hal tersebut. “Harusnya peka dong, jangan nanti sudah viral baru ada tindakan. Intinya lakukan langkah nyata melalui tindakan bukan hanya melalui surat klarifikasi,” tukas Melia.

Sementara itu, misteri keberadaan Kendaraan dinas (Kendis) milik pemerintah kota Bitung, diantaranya DB 14 C yang merupakan kendaraan dinas jenis Toyota Avanza untuk Inspektur Daerah Kota Bitung dan DB 33 C untuk penunjang operasional Kepala Dinas Pendidikan, juga menjadi topik hangat dalam rapat badan anggaran (banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bitung.

Dimana Ketua Fraksi Golkar DPRD Bitung, Cherry Mamesah dengan lantang bersuara menanyakan keberadaan kendaraan dinas tersebut. Dirinya berharap pemkot Bitung untuk memberikan penjelasan lebih rinci terkait kondisi dan keberadaan kendaraan dinas tersebut.

“Keberadaan kendis yang tidak jelas menjadi isu penting dan tak lepas dari sorotan publik, mengingat aset daerah tersebut seharusnya digunakan secara optimal untuk menunjang kinerja pemerintahan. Barang yang tidak terdeteksi bukan barang yang kecil, secara fisik bisa dilihat dengan mudah. Ketika tidak terdeteksi, ini ada apa?,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BKAD Pemkot Bitung, Frangky Sondakh dalam kesempatannya membeberkan bahwa kedua kendis tersebut masih tercacat sebagai aset Pemkot Bitung.

“Untuk kedua kendaraan dinas tersebut masih tercatat, dapat kami paparkan bahwa mobil yang sebelumnya bernopol DB 14 C dibawa ke Asistenan menjadi DB 11 C, tapi kemudian balik lagi ke Inspektorat dan kini berubah menjadi DB 1589 C. Sementara untuk DB 33 C sementara kita selidiki keberadaannya,” singkatnya.