gambar

Miris !! Hanya Satu Armada Damkar Bitung Beroperasi, Sisanya Pajangan ?

BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Menjadi pemadam kebakaran harus siap bertarung dengan ganasnya api. Namun di Kota Bitung, Pemadam Kebakaran (Damkar) harus berjuang dengan kondisi tak ideal.

Usut punya usut, ternyata Dinas Damkar hanya 1 (satu) armada yang siap beroperasi dari 4 (empat) armada yang dimiliki.

Hal ini diungkapkan Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung, Bismar Manurung dalam Rapat Pansus LKPJ Wali Kota Tahun 2024, di ruang sidang Kantor DPRD Bitung, Kamis (17/4/2025).

“Dari empat armada yang kita miliki, saat ini hanya satu yang beroperasi. Ada dua yang rusak berat, terkendala dengan rusaknya mesin pompa dan PTO-nya. Satu unit sementara dilakukan perbaikan. Hal ini dikarenakan dengan keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Selain itu, Bismar juga curhat ke DPRD Bitung terkait belum adanya pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas damkar. “Selama ini para petugas damkar dalam bertugas hanya memakai pakaian dinas luar (PDL) tanpa dilengkapi alat pengaman diri,” ungkapnya.

Hal ini pun sontak mengagetkan para legislator Bitung yang tergabung dalam Pansus LKPJ Wali Kota 2024.

“Selain SOP kerja, peralatan penunjang kinerja petugas seperti alat pelindung diri (APD) penting. Dibutuhkan parameter standar untuk memperhatikan spesifikasi APD yang dapat digunakan sesuai dengan fungsi yang tujuannya untuk melindungi petugas saat memadamkan api,” ucap salah satu anggota Pansus, Alexander Wenas.

Ia pun menegaskan, hal ini tentu sangat beresiko dan bahkan dapat mengancam keselamatan nyawa para petugas saat di lokasi kejadian kebakaran.

“Jangan sampai bertugas melakukan penyelamatan korban dan meminimalisir kerugian properti akibat kebakaran, malah petugas Damkar yang jadi korban hanya karena tidak menggunakan atau kekurangan APD,” tegas Politisi Nasdem.

“Saya berharap hal ini menjadi catatan penting dan strategis untuk diperhatikan. Karena persoalan damkar sangat urgen bagi masyarakat, fasilitas baik armada maupun APD harus jadi penunjang biar mereka (damkar) bisa bekerja lebih optimal,” tukas Wenas.