Belang,BeritaOnlineLokal.com – Pemerintah Desa Buku Tengah Kecamatan Belang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara(Mitra) Sulawesi Utara, meminta balai sungai segera menormalisasi Sungai Wowesen di Kecamatan Belang, setelah bencana banjir melanda wilayah itu.
“Dengan terjadinya banjir di Kecamatan Belang akibat meluapnya Sungai Wowesen, kami minta balai sungai segera menormalisasi sungai,” kata Hukum Tua Desa Buku Tengah Denal Bataria.
Dia mengungkapkan banjir yang merendam beberapa desa di Kecamatan Belang akibat meluapnya Sungai Wewesen karena sudah terjadi pendangkalan.
“Karena sudah terjadi pendangkalan sehingga ketika debit air meningkat Sungai Wewesen langsung meluap,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata Denal, Pemerintah Desa berkeinginan untuk melakukan normalisasi namun dibatasi oleh aturan yang berlaku.
Sementara itu,Anggota DPRD Minahasa Tenggara Artly Kountur mengungkapkan, pihaknya telah menyuarakan ke balai sungai di Provinsi Sulawesi Utara untuk segera melakukan normalisasi.
“Kami sebagai wakil rakyat sudah sering menyampaikan aspirasi masyarakat di Minahasa Tenggara untuk dilakukan normalisasi. Akhirnya yang dikhawatirkan saat ini terjadi dengan banjir besar di Belang,” tegasnya.
Dia pun berharap ada perhatian dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk segera melakukan normalisasi sungai, sehingga tidak terjadi lagi bencana yang merugikan masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR), Novi Legi mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan normalisasi ke pihak balai jalan.
“Kami sudah usulkan sebelum terjadi bencana ini. Dan setelah banjir kami juga sudah laporkan, serta meminta agar dilakukan normalisasi,” ujarnya.
Sementara itu, untuk proses normalisasi ini menurut Novi tergantung kajian dari yang akan dilakukan balai sungai.
“Proses normalisasi sungai tergantung dari balai Sungai apakah itu akan dilakukan pengerukan atau penambahan tinggi talut di daerah tertentu,” tandasnya.
Meluapnya Sungai Wowesen, mengakibatkan banjir yang terjadi pada kamis (10/4/2025), sehingga merendam 13 Kepala keluarga terdampak di desa Buku Tengah.










