Touluaan,BeritaOnlineLokal.com – Lantunan pujian dan doa menggema di Gereja GMIM Sion Lobu, Wilayah Tombatu Barat, Minggu (19/10/2025).
Di tengah nuansa syukur dan kebersamaan, 27 pasangan akhirnya mengucap janji suci dalam ibadah pengucapan syukur dan pemberkatan nikah massal yang disambut dengan suka cita jemaat.
Momen penuh makna ini dihadiri langsung Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), Ronald Kandoli, bersama Ketua TP-PKK Ny. Stefa Kandoli Antou, Wakil Bupati Fredy Tuda, serta Wakil Ketua TP-PKK Ny. Sandra Tuda Kindangen.
Ibadah dipimpin oleh Ketua FKUB Mitra, Pdt. Daniel Bastian, SPAK, M.Th, dan berlangsung khidmat di tengah suasana hangat jemaat yang memenuhi gereja.
Dalam sambutan yang diwakili Wakil Bupati Fredy Tuda, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai wujud syukur sekaligus pengingat pentingnya hidup rukun dan harmonis.
“Syukur sejati bukan sekadar ucapan, melainkan diwujudkan dalam tindakan hidup rukun, saling menghormati, dan menjadi berkat bagi sesama,” tutur Fredy Tuda dengan penuh semangat.
Menurutnya, ibadah syukur dan kawin massal ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang dihidupi masyarakat Mitra: kebersamaan, ketaatan pada Tuhan, dan ketaatan pada hukum negara.
Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong kegiatan positif seperti ini sebagai bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.
Wabup Tuda juga menegaskan bahwa program kawin massal bukan hanya acara seremonial, tetapi langkah konkret pemerintah bersama gereja untuk mencegah praktik nikah tidak resmi, kumpul kebo, maupun perbuatan melanggar norma agama.
“Kami bersyukur, melalui kegiatan ini banyak pasangan kini sah di mata Tuhan dan negara. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial kita bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, keluarga yang diberkati diharapkan menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat beriman dan berdaya saing di Minahasa Tenggara.
Ibadah syukur ini turut dihadiri Wakapolres Mitra Kompol Melky Makawahe, Wakil Ketua DPRD Katrien Mokodaser, serta anggota DPRD seperti Kartini Tarek, Fanly Mokolomban, dan Sergio Pelleng.
Turut mendampingi jajaran pejabat eselon dan pimpinan perangkat daerah, antara lain Kepala Bappeda Dr. Grace Oroh, Kadis Sosial dr. Helny Ratuliu, Kadis Disdukcapil Drs. Piether Owu, dan Kadis Kominfo Eva Makaenas.
Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh pemerintah terhadap peran gereja dalam membina masyarakat yang taat hukum dan berlandaskan iman.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni gerejawi, melainkan simbol nyata sinergi antara iman dan pemerintahan.
Di tengah dunia yang terus berubah, kehadiran 27 pasangan yang kini sah sebagai suami-istri menjadi pengingat bahwa nilai keluarga, kasih, dan keimanan tetap menjadi fondasi utama pembangunan manusia seutuhnya di Minahasa Tenggara.










