BERITA ONLINE LOKAL , MAROKO– Kabupaten Minahasa Utara kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Keaktifan dan komitmen dinamis dari kabupaten di Sulawesi Utara ini berbuah apresiasi khusus dari “United Cities and Local Governments Asia Pacific” (UCLG ASPAC) dalam ajang bergengsi “UCLG World Congress 2026” yang digelar di Tangier, Maroko.
Di hadapan ratusan delegasi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi, secara terbuka memuji konsistensi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Secara khusus, ia memberikan penghormatan atas kontribusi nyata sang Bupati, Dr. Joune J. E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., yang dinilai sangat aktif membawa nama daerah ke berbagai forum global.
“Apresiasi ini menjadi bukti konkret bahwa Minahasa Utara kini semakin diperhitungkan dalam jejaring pemerintah daerah di tingkat internasional,” ujar Dr. Bernadia dalam rangkaian “Asia Pacific Assembly”.
Ada dua pencapaian besar Minahasa Utara yang disoroti dan menuai decak kagum dalam kongres dunia tersebut.
Bupati Joune Ganda sukses membawa nama Indonesia dan Asia Pasifik ke panggung penghargaan perdamaian internasional. Sebagai salah satu finalis, Minahasa Utara berhasil memperkenalkan praktik baik (best practices) dalam merawat harmoni sosial dan membangun perdamaian di daerah kepada komunitas pemerintah daerah sedunia.
Minahasa Utara terpilih sebagai salah satu dari sedikit daerah di Indonesia—bersama Kota Tangerang dan Provinsi DKI Jakarta— yang berhasil mengamankan dana hibah melalui program “Youth Climate Action Fund”. Program yang difasilitasi oleh UCLG ini ditujukan untuk mendanai aksi iklim nyata yang dipelopori oleh generasi muda.
Di bawah komando Bupati Joune Ganda, Minahasa Utara terus membuktikan bahwa daerah tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam agenda global. Mulai dari isu perdamaian, pembangunan berkelanjutan, hingga mitigasi perubahan iklim, Minahasa Utara sukses menyuarakan perspektif lokal Indonesia ke panggung dunia.
Langkah berani ini tidak hanya memperkuat posisi tawar (positioning) Minahasa Utara di tingkat global, tetapi juga membuka lebar-lebar keran kolaborasi, transfer ilmu, dan pendanaan internasional yang berdampak langsung bagi kemajuan pembangunan di daerah. (INNOR)










