Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Bupati Ronald Kandoli Tegaskan Sekolah Harus Aman dari Bullying

Ratahan,BeritaOnlineLokal.com – Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual dan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan DPRD Kabupaten Mitra tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Mitra Ny. Stefa Kandoli Antou, Wakil Bupati Fredy Tuda bersama Bunda Sandra Tuda Kindangen, S.Th., M.Pd., Sekretaris Daerah David H. Lalandos, AP., MM., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Lingkan Lalandos, SE., MM., serta Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, S.I.K., M.Han.

Hadir pula Kepala PUD Mitra Yowanda Lontaan, S.Kep., pimpinan Bank SulutGo Jeane Arina, jajaran kepala organisasi perangkat daerah, para camat se-Mitra, serta siswa SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Kabupaten Minahasa Tenggara.

Dalam sambutannya, Ronald mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Menurut dia, momentum tersebut harus menjadi ruang evaluasi bersama mengenai sejauh mana hak anak telah dipenuhi dan dilindungi.

“Ini adalah momentum refleksi nasional, sebuah alarm bagi kita kaum dewasa, untuk mengukur sejauh mana kita telah memenuhi hak-hak anak,” kata Ronald.

Ia menegaskan bahwa anak bukan sekadar bagian dari masyarakat yang harus menerima keputusan orang dewasa.

Anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, memperoleh perlindungan, serta menyampaikan pendapat.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Ronald mengajak seluruh elemen masyarakat menerjemahkan rasa sayang terhadap anak melalui tindakan nyata.

Menurutnya, masa depan Kabupaten Minahasa Tenggara sangat bergantung pada kualitas generasi muda. Karena itu, pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun anak yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki mental yang kuat.

Ronald juga menyoroti tantangan perlindungan anak di tengah perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi. Ancaman terhadap anak, kata dia, kini tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga dapat muncul di lingkungan sekolah maupun ruang digital.

Ia mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual dan bullying yang digelar bersamaan dengan HAN ke-42.

Menurutnya, bullying dalam berbagai bentuk, termasuk kekerasan fisik, verbal, hingga cyberbullying, dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis dan masa depan anak.

“Seluruh siswa-siswi di Kabupaten Minahasa Tenggara, kalian semua unik, kalian semua berharga, dan kalian semua memiliki potensi luar biasa yang dititipkan Tuhan,” ujarnya.

Ronald juga berpesan kepada para siswa agar tidak membiarkan tindakan perundungan berlangsung di sekitar mereka.

“Jika di antara kalian ada yang melihat teman kalian dirundung, dihina, atau disakiti, jangan diam,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat memperkuat kolaborasi dalam menciptakan sekolah yang aman dan ramah anak, sehingga setiap anak di Minahasa Tenggara dapat belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus daerah.

Peliput : */Dirga