Peliput: INNOR
BERITA ONLINE LOKAL, MINUT – Suasana hangat dan penuh sukacita mewarnai Closing Ceremony Hari Ulang Tahun ke-36 Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM (KPRS) dan Hari Persatuan Remaja (HPR) GMIM yang digelar di Pendopo Kantor Bupati Minahasa Utara, Sabtu (21/2/2026).
Ratusan remaja dari berbagai wilayah pelayanan Sinode GMIM memadati lokasi kegiatan. Mereka hadir bukan hanya untuk menutup rangkaian perayaan, tetapi juga merayakan kebersamaan, kreativitas, dan iman yang telah terbangun selama pelaksanaan HPR.
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, tampak larut dalam suasana penuh semangat tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Minut untuk ikut ambil bagian dalam momentum pelayanan remaja ini.
“Terima kasih kepada KPRS GMIM yang telah memberikan kesempatan kepada wilayah Kalawat Raya Minahasa Utara untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan HPR,” ujar Joune.
Menurutnya, Hari Persatuan Remaja bukan sekadar agenda tahunan gerejawi, tetapi ruang strategis untuk membentuk generasi muda yang kreatif dan berkarakter. Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi wadah penting bagi remaja untuk menyalurkan bakat, mengasah kemampuan, sekaligus memperkuat nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus memberi kesempatan kepada adik-adik remaja untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan terbaik mereka. Dari sinilah lahir generasi yang tangguh dan berintegritas,” tegasnya.
Joune juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Minut dalam mendukung program pembinaan generasi muda. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga investasi jangka panjang melalui pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM Periode Pelayanan 2022–2027, Michaela Paruntu, menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang rangkaian kegiatan HUT ke-36 KPRS.
Ia menekankan bahwa keberhasilan perayaan ini merupakan bentuk pemeliharaan dan campur tangan Tuhan.
“Kami hanyalah manusia biasa, tetapi ketika Tuhan membuka jalan, tidak ada yang dapat menghalanginya. Semua ini hanya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan,” ungkapnya penuh haru.










