Manado, Berita Online Lokal. Com- Komisi III DPRD Sulawesi Utara menyikapi musim kemarau yang berkepanjangan dan telah berdampak di beberapa wilayah Kabupaten/Kota mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Ini terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulawesi Utara dengan Balai Wilayah Sungai Sulut (BWSS), Senin (12/10/2026) di ruang Komisi III.
Komisi III mempertanyakan terkait penanganan BWSS terkait terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sekitar area bendungan Kuwil dan Lolak.
Menurut Ketua Komisi III Berty Kapojos, walaupun tugas utamanya yaitu menyediakan ketersedian suplai air namun terkait Karhutla di area bendungan harus mendapat perhatian dari BWSS.
Berty Kapojos juga mengingatkan terkait kejadian Karhutla, pentingnya melakukan koordinasi antar lembaga dan pemerintah daerah agar dapat mengatasi masalah ini.
Sementara itu pihak perwakikan BSS Sulut menjelaskan, memang di area sekitar bendungan Kuwil telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Bahkan pihaknya dalam mengatasi Karhutla di sekitar area bendungan Kuwil telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Minut untuk pemadaman kebakaran.
Selain itu dijelaskan pula terkait proyek kegiatan normalisasi sungai Sario, PPK proyek mengatakan, pembayaran untuk Kelurahan Titiwungen Selatan akan segera dilakukan, sementara proses appraisal untuk tahap selanjutnya dan ditargetkan selesai hingga Desember 2026. (JoTam)










