Peliput: INNOR
BERITA ONLINE LOKAL, JAKARTA — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Batam berlangsung sukses dan penuh dinamika.
Forum strategis para bupati se-Indonesia ini menjadi panggung konsolidasi kebijakan daerah, sekaligus menegaskan soliditas kepemimpinan Apkasi di tingkat nasional.
Keberhasilan Rakernas kali ini tidak terlepas dari kerja kolektif jajaran pimpinan Apkasi, mulai dari ketua umum, ketua harian, sekretariat, hingga dukungan aktif seluruh kepala daerah yang hadir.
Di antara peran sentral tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Apkasi Joune Ganda tampil menonjol dalam mengawal agenda-agenda kunci organisasi.
Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, mengungkapkan bahwa sebagai penanggung jawab pelaksanaan Rakernas XVII, Joune Ganda memikul tanggung jawab strategis yang tidak ringan.
Salah satu peran krusialnya adalah memoderatori dialog nasional bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sekaligus memimpin rapat pemantapan 17 rekomendasi hasil Rakernas yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat.
Menurut Sarman, gaya kepemimpinan Joune Ganda dalam memoderatori dialog patut diapresiasi. Alih-alih mendominasi diskusi, Joune Ganda justru membuka ruang luas bagi para peserta dari berbagai daerah untuk menyampaikan aspirasi dan berinteraksi langsung dengan narasumber.
“Saya mencermati jalannya dialog, suasananya hidup dan partisipatif. Pak Joune memberi porsi besar kepada peserta di forum untuk berdiskusi langsung, sehingga dialog terasa substantif dan membumi,” ujar Sarman, Selasa (20/1/2026).
Tak hanya dalam forum dialog, peran Joune Ganda juga terlihat saat memimpin rapat internal penting Apkasi. Ia mengoordinasikan pembahasan dan perumusan 17 rekomendasi strategis Rakernas XVII, yang mencerminkan kepentingan daerah dan akan menjadi bahan advokasi resmi Apkasi kepada pemerintah pusat.
Sarman menegaskan, pelaksanaan tugas Joune Ganda sebagai Sekjen Apkasi pada Rakernas 2026 menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang kuat dan visioner. Ia menilai, posisi strategis tersebut secara tidak langsung akan membawa dampak positif, tidak hanya bagi Kabupaten Minahasa Utara, tetapi juga bagi kabupaten-kabupaten lain di Sulawesi Utara.
Rakernas XVII Apkasi di Batam pun menjadi momentum penting bagi penguatan peran pemerintah kabupaten dalam pembangunan nasional, dengan kepemimpinan organisasi yang solid dan arah kebijakan yang semakin terstruktur. (**)










