Terjerat Kabel yang Menjuntai di Jalan, Leher Seorang Jurnalis Terluka Hingga Terkelupas

KOTAMOBAGU, Berita Online Lokal.Com – Nasib nahas menimpa seorang pria bernama Febri Limbanon (33) yang sehari-hari berprofesi sebagai jurnalis, tertimpa musibah yang membuat lehernya luka hingga terkelupas akibat terjerat kabel yang menjuntai di jalan Kolonel Sugiono Kelurahan Kotobangun Kecamatan Kotamobagu Timur.

Kabel yang menjuntai di tengah arus kendaraan jalan Kolonel Sugiono, diduga pekerjaan proyek PLN Cabang Kotamobagu yang menyebabkan korban Febri Limbanon (33) terluka di bagian leher karena terjerat kabel yang melintang di jalan siliwangi, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Kronologinya pada Sabtu 14 September 2024, sekitar pukul 06.30 saat korban dari kediamanya di Desa Moyag menuju Event Motampot Fun Race yang digelar di Alun-alun Boki Hontinimbang Kotamobagu, mengendarai roda dua dengan kecepatan 60 km per jam. Namun, setelah menyusuri jalan Kolonel Sugiono, tiba-tiba korban tersontak Kaget dengan leher yang sudah terlilit Kabel yang menjuntai di tengah jalan, yang diduga salah perhitungan.

“Dari jauh saya tidak melihat sama sekali kabel yang melintang di tengah jalan itu, ketika jarak satu meter baru terlihat kabel mengayun setinggi leher saya kemudian leher saya terlilit kabel hampir sepanjang jalan dan terhenti karena motor mentok menggilas median jalan,” ungkap Febri.

Febri yang merasa jadi korban terlilit kabel, yang diduga akibat kelalaian Febri pun langsung meluapkan emosi dan melakukan protes ke petugas tengah menaikan kabel tersebut di tiang listrik.

“Saya merasa kesal karena saat menaikan kabel ke tiang listrik tidak menyematkan rambu untuk memperingatkan pengendara yang lewat, tidak satupun pun petugas yang berdiri di jalan untuk menginstruksikan pengendara agar pada jarak beberapa meter mengurangi laju kendaraan yang lewat,” ucap Febri dengan nada meringis menahan kesakitan.

Lanjut Febri, pertanggungjawaban juga diutarakan ke salah satu petugas yang terpampang papan nama Yuspik M. namun dirinya merasa petugas tersebut tidak punya etika menjawab pertanyaan yang dilontarkan korban.

“Pak kenapa tidak menggunakan rambu saat menaikan kabel di tiang listrik ? Ini kan jalan raya, kita tidak mengetahui kecepatan setiap pengendara yang lewat, apalagi posisi kabel melintang terayun rendah diatas permukaan jalan potensi kecelakaan terbuka lebar, kabel terjuntai ditengah jalan ini kayak jebakan menelan korban. Petugas menjawab kalau mengendarai motor pelan-pelan dan kalau keberatan silahkan lapor saja,”.

“Ngna ambil foto jo p kita kong tulis kita pe nama dan silahkan lapor dengan dialek menado (kamu ambil foto saja diri saya dan tulis nama saya dan silahkan lapor),” sahutnya.

Setelah melontarkan kesalahan sejumlah petugas itu, Febri pun berlalu pergi dan berjanji akan melaporkan kelalaian petugas tersebut.

Diketahui, Korban telah resmi melaporkan peristiwa tersebut di Polres Kotamobagu. (***)